Pramono Tambah Operasi Modifikasi Cuaca Tiga Kali Sehari

  • 23 Jan 2026 19:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan meningkatkan frekuensi penerbangan menjadi tiga kali sehari. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi banjir di tengah cuaca ekstrem yang melanda Jakarta dan sekitarnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, peningkatan intensitas OMC dilakukan menyusul tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Ia juga memastikan kesiapan anggaran yang telah disediakan Pemprov DKI.

“Sekarang saya intruksikan modifikasi cuaca setiap hari sudah menerbangkan tiga. Anggarannya sudah kita sediakan sampai dengan 30 hari ke depan sehingga tidak ada hambatan atau handicap terhadap hal itu,” kata Pramono, Jumat 23 Januari 2026.

Berdasarkan catatan Pemprov DKI, puncak curah hujan tertinggi di Jakarta terjadi pada 18 Januari 2026 dengan intensitas mencapai 267 milimeter (mm) per hari. Menurutnya, angka tersebut tergolong sangat tinggi dan jarang terjadi di Jakarta.

“Puncak tertingginya ada di tanggal 18, yaitu 267 milimeter per hari dan itu tinggi sekali. Jakarta rasanya jarang sekali seperti itu,” ujarnya.

Seiring kondisi tersebut, Pemprov DKI juga memutuskan memperpanjang pelaksanaan OMC yang semula direncanakan hingga 23 Januari 2026 menjadi 27 Januari 2026. Kebijakan ini diambil sesuai rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Yang kami tangani dengan modifikasi cuaca ini memang bersifat jangka pendek karena cuacanya ini kan given, bukan kita yang membuat. Cuaca ekstrem ini kan apa alam yang memberikan,” kata Pramono.

Selain OMC, Pemprov DKI juga membakukan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan banjir yang melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Mulai dari Dinas Sumber Daya Air, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Bina Marga, hingga pemerintah kota dan kabupaten.

Hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hingga Jumat (23/1/2026) ratusan RT dan puluhan ruas jalan masih tergenang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....