BPBD Kotim Percepat Penanganan Karhutla Dekat Bandara

  • 06 Jul 2026 18:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan secara cepat dan responsif
  • Terutama di kawasan Baamang Hulu yang berada di sekitar Bandara Haji Asan Sampit
  • Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur Multazam mengatakan kawasan tersebut menjadi salah satu prioritas penanganan karena memiliki tingkat risiko tinggi dan berdekatan dengan objek vital

RRI.CO.ID, Kotawaringin Timur - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan secara cepat dan responsif. Terutama di kawasan Baamang Hulu yang berada di sekitar Bandara Haji Asan Sampit.

Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur Multazam mengatakan kawasan tersebut menjadi salah satu prioritas penanganan karena memiliki tingkat risiko tinggi dan berdekatan dengan objek vital. "Yang di Kota Sampit ini memang agak berisiko, daerah-daerah ini kami anggap urgen untuk ditangani sejak awal karena dekat dengan objek vital, jangan sampai aktivitas bandara terganggu," kata Multazam, Senin, 6 Juli 2026.

Berdasarkan data BPBD, kawasan Baamang Hulu dalam beberapa tahun terakhir termasuk wilayah yang rawan mengalami kebakaran lahan. BPBD mencatat luas karhutla yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir diperkirakan mencapai sekitar 11 hektare.

Rinciannya, sekitar tiga hektare berada di Kecamatan Mentaya Hilir Utara, empat hektare di Kecamatan Seranau, dan empat hektare di Kecamatan Baamang. Untuk mendukung penanganan, BPBD terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah terkait kesiapan dukungan pemadaman melalui operasi water bombing.

Menurut Multazam, helikopter pemadam saat ini masih disiagakan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya dan akan dioperasikan apabila kondisi di lapangan memerlukan. Sementara itu, operasi modifikasi cuaca telah berakhir sejak Sabtu lalu setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan tidak terdapat potensi pembentukan awan hujan.

Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Guna mencegah meluasnya kebakaran selama musim kemarau.

Di sisi lain, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Haji Asan Sampit Abdul Haris memastikan aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan hingga saat ini masih berjalan normal. Dan belum terdampak kabut asap akibat karhutla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....