Qudwah Indonesia Distribusikan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatra

  • 05 Jan 2026 11:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Bekasi: Lembaga kemanusiaan Qudwah Indonesia mendistribusikan bantuan untuk korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ini merupakan donasi dari sejumlah anggota masyarakat yang diterima oleh Qudwah Indonesia.

Sebelum dikirimkan ke daerah terdampak bencana, bantuan tersebut dilepas secara simbolis oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. Kegiatan itu berlangsung di Kantor Wali Kota Bekasi, Bekasi Selatan, Senin (5/1/2026).

Bantuan akan disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, antara lain Kecamatan Malalak dan Kabupaten Agam di Sumatra Barat. Kemudian Tapanuli Selatan di Sumatra Utara, serta Aceh Tamiang dan daerah lainnya di Provinsi Aceh.

Presiden Direktur Qudwah Indonesia, Lukman Hakim, mengatakan ini sebenarnya bukan pengiriman bantuan yang pertama. Menurut dia, sejak awal bencana melanda Sumatra, pihaknya sudah lebih dulu mendistribusikan bantuan.

"Selama hampir satu bulan terakhir kami telah menjalankan program bantuan di tiga provinsi," ujarnya. Sedangkan bantuan yang dikirimkan kali ini berbentuk barang sumbangan dari masyarakat.

Lukman mengatakan bantuan yang dikirimkan meliputi genset, pompa air, popok bayi, sembako, serta berbagai kebutuhan ibu dan anak. "Ini merupakan amanah masyarakat yang tidak dapat dialihkan, dan tentunya harus disalurkan sesuai peruntukannya," ucapnya.

Hingga saat ini Qudwah Indonesia telah menghimpun bantuan dengan nilai lebih dari setengah miliar rupiah. Dari jumlah tersebut, 60 persen di antaranya akan dialokasikan untuk kebutuhan tanggap darurat dan sisanya untuk pemulihan bencana.

"Biasanya kalau fase awal bencana itu bantuan banyak berdatangan, tetapi setelah tanggap darurat selesai bantuan berkurang," kata Lukman. Karena itu, lanjut dia, Qudwah Indonesia terus menggalang bantuan untuk daerah terdampak bencana di Sumatra.

Lukman menambahkan pada tahap selanjutnya Qudwah Indonesia akan memprioritaskan program pemulihan akses air bersih. Menurut dia, ini menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi para korban bencana.

"Kami sedang melakukan assessment untuk program recovery air, termasuk pengeboran sumur dan instalasi jaringan air bersih," ucapnya. Lukman menegaskan air merupakan kebutuhan dasar agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengapresiasi langkah Qudwah Indonesia yang dinilai konsisten dalam kerja-kerja kemanusiaan. Khususnya pada fase pemulihan pascabencana yang kerap luput dari perhatian publik.

"Ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk meringankan beban masyarakat terdampak," ujarnya. Menurut Tri, pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri, sehingga dukungan lembaga kemanusiaan sangat dibutuhkan terutama dalam fase recovery.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....