Pasca Banjir-Longsor Tapanuli Utara, Warga Mulai Proses Pembersihan

  • 01 Des 2025 09:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara (Sumut) mengungkapkan, bencana banjir dan longsor berdampak pada tujuh dari 12 kecamatan. Lima kecamatan yang terdampak banjir, kini mulai menunjukkan perbaikan seiring membaiknya cuaca.

Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Lamboturuan mengatakan, genangan air berangsur surut dan warga telah memulai proses pembersihan. Dampak terparah terjadi di Kecamatan Purbatua dan Kecamatan Adiankoting, yang terdampak banjir bandang dan longsor.

"Di Purbatua, enam desa masih terisolir akibat akses jalan tertutup longsor maupun putus. Kondisi serupa juga terjadi di Adiankoting, di mana enam desa lainnya belum bisa dijangkau lewat jalur darat," kata Deni saat berbincang dengan rri.co.id, di Tapanuli Utara, Sumut, Senin (1/12/2025).

Dalam menjamin kebutuhan warga di lokasi terisolir, ia menjelaskan, pemerintah daerah berkoordinasi dengan BNPB, TNI, dan Polri. Bantuan bahan makanan disalurkan melalui helikopter dari Bandara Silangit, yang berlokasi di Tapanuli Utara.

"Selain itu, bantuan dari donatur yang tiba di kabupaten juga didistribusikan. Dan saat ini disalurkan baru bisa melalui jalur udara," ucap Deni.

Sementara, sejumlah desa yang jalurnya telah terbuka seperti Joloknauli, Adiankoting, Pagaran Pisang, Sibalanga, dan Pagaran Lambung. Desain tersebut sudah bisa menerima bantuan melalui jalur darat.

Selain kebutuhan pangan, warga juga membutuhkan alat mandi, matras, pakaian layak, serta perlengkapan lainnya. Bantuan tersebut telah didistribusikan, termasuk dukungan yang diterima dari kementerian terkait.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....