BMKG: Gempa M6,3 Simeulue Dipicu Aktivitas Subduksi
- 27 Nov 2025 15:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,3 mengguncang wilayah Simeulue, Aceh, pada Kamis (27/11/2025) pukul 11.56.24 WIB. Gguncangan dirasakan cukup kuat dan sempat menimbulkan kepanikan warga hingga ke sejumlah daerah di Sumatera Utara.
BMKG mengungkapkan bahwa gempa yang mengguncang wilayah Aceh dan Sumatera Utara ini dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Gempa tersebut tergolong dangkal dan memiliki karakteristik pergerakan naik atau thrust fault.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan, hasil analisis menunjukkan kesesuaian antara lokasi episenter dan kedalaman hiposenter dengan pola gempa subduksi. Ia mengatakan, bahwa mekanisme sumber gempa mengindikasikan pergerakan naik pada bidang patahan, yang lazim terjadi di zona megathrust.
| Baca juga: Gempa Magnitudo 2,1 Landa Jembrana Bali |
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Akibat adanya aktivitas subduksi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (27/11/2025).
BMKG juga melaporkan adanya rangkaian gempa susulan pascaguncangan utama. “Hingga pukul 13.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya enam gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M4,8,” kata Daryono.
BMKG mencatat, guncangan gempa dirasakan di sejumlah daerah dengan intensitas yang bervariasi berdasarkan skala MMI:
- Simeulue: IV MMI – dirasakan banyak orang di dalam rumah pada siang hari.
- Aceh Selatan: III–IV MMI – dirasakan banyak orang di dalam rumah.
- Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Tenggara, Abdya, Singkil: III MMI – getaran jelas dirasakan di dalam rumah, terasa seperti truk melintas.
- Kabanjahe, Berastagi, Tiganderket, Pidie, Lhokseumawe: II–III MMI – getaran nyata dalam rumah.
- Medan dan Silangit: II MMI – dirasakan sebagian orang, benda gantung tampak bergoyang.
Meski sempat memicu kepanikan warga, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. “Hingga saat ini terdapat laporan kerusakan ringan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," ucapnya.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Daryono. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
Warga juga diminta terus memantau informasi resmi dari BMKG. Agar terhindar dari informasi yang tidak akurat atau menyesatkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....