Pemkab Jayawijaya Papua Tetapkan Tanggap Darurat Banjir-Longsor
- 29 Apr 2025 01:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya Papua Pegunungan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor. Ini menyusul hujan deras yang menyebabkan banjir besar di 24 distrik wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan yang diterima BNPB Jayawijaya banjir melanda puluhan distrik di Jayawijaya sejak Jumat (25/4/2025). Bahkan hingga hari ini, Sanin (28/4/2025), masih menggenangi dengan ketinggian rata-rata 20 hingga 50 centimeter.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, status tanggap darurat berlaku mulai 25 April hingga 8 Mei 2025. BNPB mengkonfirmasi data jumlah korban terkini diketahui ada sebanyak 2.994 kepala keluarga terdampak.
Rinciannya, 44 kepala keluarga tercatat mengungsi ke Kantor Distrik Wesaput. Sementara sebagian besar lainnya bertahan di rumah mereka masing-masing.
Adapun wilayah terdampak antara lain Distrik Wamena, Asotipo, Asolokobal, Wouma, Hubikiak, Hubikosi, dan Mutsafak. Berikutnya, Muliama, Asologaima, Silokarnodoga, Piramid, Bolakme, Yalengga, hingga Wesaput.
Ia menambahkan, selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan kerusakan pada sektor rumah tangga, perkebunan. Serta merusak satu gedung SD Inpres Ampotfaga.
"Proses pendataan korban dan kerugian materiil masih berlangsung," kata Abdul dalam keterangan di Jakarta Senin (28/4/2025).
Abdul memastikan bahwa dalam upaya penanganan darurat ini BNPB dan BPBD Kabupaten Jayawijaya dengan segera mempertebal penyaluran bantuan. Hal ini untuk membantu meringankan kebutuhan dasar warga yang menjadi korban.
Bantuan antara lain berupa 200 matras, 200 selimut, 100 set hygiene kit, jaket dewasa dan anak, pakaian, perlengkapan dapur umum. Selanjutnya, dua unit genset, 200 pasang sepatu boot, 200 jas hujan, 50 velbed, dan 200 paket sembako.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....