Jumpa Pers Akhir Tahun, Bupati Beberkan Sekilas Program Kerja 2023

  • 31 Des 2022 20:32 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Purbalingga: Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM didampingi suami, Kepala Dinkominfo serta Kabag Humpro Setda bersilaturahmi dengan para wartawan yang memiliki lingkup tugas peliputan di wilayah Purbalingga, Sabtu (31/122022) di OR Graha Adiguna. Pertemuan ini juga dalam rangka jumpa pers akhir tahun antara bupati dengan para wartawan.

Jumpa pers kali ini, salah satunya Bupati membeberkan sekilas gambaran rencana program kerja di tahun 2023. "Kira-kira arah kebijakan pembangunan di tahun 2023 tidak jauh berbeda dengan 2022, mengingat kita masih struggling pemulihan ekonomi karena ini merupakan program prioritas pemerintah pusat," kata Bupati Tiwi.

Melihat kemampuan anggaran Pemkab Purbalingga di tahun 2023, menurutnya mengalami penurunan dibanding tahun 2022. Sebab mulai tahun 2023, Pemkab Purbalingga mulai mencadangkan anggaran untuk penyelenggaraan Pilkada 2024 yang tidak sedikit.

"Menurut hitungan KPU dan Bawaslu ini mungkin 2 kali lipat daripada Pilkada 2020. jadi mungkin gerak fiskal kita jadi lebih terbatas," katanya.

Oleh karena itu, Bupati akan semakin menekan skala prioritas terhadap kegiatan di APBD 2023. Disamping itu, agenda 2023, Pemkab Purbalingga juga masih berjuang mengentaskan kemiskinan ekstrim yang juga prioritas pemerintah pusat.

"Kaitan juga dengan infrastruktur, memang kita tidak bisa maksimal. Bicara tahun 2023, kita tidak diberikan anggaran DAK Infrastruktur dari pemerintah pusat, hanya 4 jenis DAK yaitu terkait pendidikan, kesehatan, air bersih dan sanitasi," katanya.

Mengingat hal tersebut, maka kemampuan APBD yang ada akan digunakan untuk meningkatkan sarana dan prasarana. Khususnya infrastruktur dasar jalan.

"Berbagai masukan di pemerintah daerah kan ini kaitan masalah infrastruktur jalan. tentunya secara bertahap 2023 dan 2024 akan kita fokuskan untuk permasalahan tersebut," katanya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Purbalingga, Joko Santoso mewakili para wartawan menyampaikan sejumlah masukan terhadap Pemkab Purbalingga dan para rekan wartawan yang lain. "Jadi wartawan itu jangan sampai kalah dengan medsos, terlebih dengan akun-akun fake. Kita harus lebih cepat karena wartawan kan kita punya akses di era keterbukaan informasi ini," katanya.

Selanjutnya ia menyampaikan agar Pemkab Purbalingga juga tidak alergi dengan kritik yang disampaikan oleh wartawan. Selama pemberitaan masih dalam koridor kaidah undang-undang pers maka tidak ditanggapi secara reaktif, tapi proaktif. (Gn/spj)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....