Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Mental
- 13 Mar 2026 05:52 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Ranai - Selama ini, puasa erat kaitannya dengan meningkatkan kesehatan fisik. Lebih dari itu, puasa ternyata bisa memberi manfaat bagi kesehatan mental yang sering kali justru diabaikan.
1. Mengurangi Stres
Stres kerap terbentuk karena ketidakmampuan seseorang dalam mengelola emosi dan pikiran.
Kabar baiknya, jadwal makan yang lebih teratur selama puasa bisa memberi manfaat bagi kesehatan mental dengan cara meningkatkan kemampuan berpikir.
Selain itu, pengaturan jadwal makan selama puasa akan membantu menjaga kadar kortisol tetap terkendali. Ini adalah hormon yang diproduksi tubuh ketika stres.
Dalam jangka panjang, ini dapat mengurangi respons tubuh yang berlebihan terhadap stres, seperti kesulitan untuk berkonsentrasi, mudah marah, hingga kecemasan berlebih
2. Mendukung fungsi sistem saraf melalui autofagi
Asupan makanan yang terhenti selama berjam-jam saat puasa akan membuat sel tubuh “kelaparan”. Dalam kondisi tersebut, proses autofagi akan dimulai untuk menghancurkan sel yang rusak dan menggantikannya dengan yang baru.
Jika tidak diperbarui, sel-sel yang sudah rusak bisa meningkatkan risiko penyakit neurodegeneratif, seperti Alzheimer atau Parkinson. Proses autofagi juga bisa meningkatkan kemampuan otak dalam mengingat sesuatu, menentukan keputusan, hingga memproses informasi.
3. Memperbaiki suasana hati
Berbagai studi telah menunjukkan bahwa puasa dapat memberi manfaat bagi kesehatan mental dengan cara mengontrol ketegangan, kemarahan, dan gangguan mood.
Hubungan antara puasa dan kesehatan mental ini berasal dari asupan kalori yang terjaga selama berpuasa, termasuk saat Anda melakukan intermittent fasting. Kemampuan berpikir yang meningkat saat berpuasa juga akan meningkatkan kemampuan Anda dalam mengelola emosi.
4. Menurunkan risiko depresi
Salah satu penyebab depresi adalah rendahnya produksi protein dalam otak yang disebut BDNf (brain-derived neurotrophic factor). Sebuah penelitian terbitan jurnal Brain Sciences (2021) menunjukkan bahwa tikus yang menjalani intermittent fasting dengan ketentuan 16/8 (16 jam puasa, 8 jam waktu makan) selama 12 minggu mengalami peningkatan BDNf.
Peningkatan BDNf selama puasa juga dapat mengurangi risiko gangguan kecemasan, bipolar, dan gangguan makan.
5. Meningkatkan kualitas tidur
Asupan makanan yang secara tidak langsung menjadi lebih terbatas selama berpuasa ternyata bisa memperbaiki ritme sirkadian.
Ritme sirkadian adalah mekanisme tubuh untuk mengatur fungsi biologisnya, termasuk siklus bangun dan tidur Anda. Ritme sirkadian yang terjaga selama puasa juga akan memberi pengaruh baik terhadap kesehatan mental.
Hormon yang diproduksi tubuh ketika mendapatkan tidur cukup juga akan membuat Anda terbangun dengan perasaan yang lebih segar.
Namun, perlu dicatat bahwa untuk mendapatkan manfaat ini, Anda sebaiknya tidak langsung tidur lagi setelah sahur.
6. Menjauhkan diri dari kebiasaan negatif
Sadar atau tidak, Anda sebenarnya menjaga mental saat puasa dengan cara menghindari pemicu stres dan mengurangi bergadang. Ketika upaya tersebut berhasil dilakukan, Anda bisa terhindar dari berbagai kebiasaan negatif, seperti marah-marah dan hal lain yang terkait dengan aturan agama.
Puasa juga cenderung meningkatkan empati pada orang-orang yang setiap harinya masih kesulitan untuk mendapatkan makanan dan minuman yang layak.
Dengan demikian, Anda bisa terhindar dari kebiasaan makan berlebihan yang sebenarnya tidak baik bagi kesehatan fisik dan mental.
Melansir dari hellosehat,