Natuna Usulkan Program Peternakan Ayam Terpadu dari Pusat
- 10 Mar 2026 09:02 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID. Natuna-Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian terus berupaya memperkuat sektor peternakan daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengusulkan program pengembangan peternakan ayam kepada pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Natuna, Wan Sazali, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan usulan bantuan pengembangan peternakan ayam petelur dan ayam pedaging. Usulan tersebut mencakup penyediaan ayam pullet atau ayam dara siap bertelur, pembangunan kandang sistem modern, serta fasilitas rumah potong hewan unggas.
Menurutnya, pemerintah daerah juga telah menyiapkan lahan untuk mendukung program tersebut. Setidaknya 10 hektare lahan telah disiapkan di wilayah Padang Angus, Kecamatan Bunguran Tengah, sebagai lokasi pengembangan kawasan peternakan unggas terpadu.
Usulan program tersebut disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Ussulan tersebut selanjutnya akan diteruskan kepada Kementerian Pertanian untuk mendapatkan persetujuan dan dukungan dari pemerintah pusat.
Wan Sazali menilai, jika program ini terealisasi, "Dampaknya akan sangat besar bagi daerah. Selain membuka lapangan pekerjaan baru, keberadaan peternakan ayam skala besar juga dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan, khususnya untuk memenuhi kebutuhan telur dan daging ayam di Kabupaten Natuna." Ujarnya Senin 10 Maret 2026
Jika program itu terealisasi maka produksi ayam petelur di Natuna nantinya dapat mencukupi kebutuhan masyarakat lokal. Bahkan juga berpotensi dipasarkan ke wilayah sekitar seperti Kabupaten Kepulauan Anambas.
Terkait persoalan pakan yang selama ini menjadi kendala, pemerintah pusat telah mengatur pembagian peran antarwilayah di Provinsi Kepulauan Riau. Untuk penyediaan jagung pipil sebagai bahan pakan direncanakan berasal dari Tanjung Balai Karimun, sehingga jarak distribusi lebih dekat dan diharapkan dapat menekan biaya produksi peternakan di Natuna.