Panen Cengkeh di Bulan Ramadan
- 09 Mar 2026 14:18 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Suara alam pedesaan, angin berhembus pelan, diselingi suara burung pagi. fajar baru saja menyingsing di sebuah desa di Kecamatan Pulau Laut. Embun masih menggantung di pucuk daun, sementara udara pagi terasa sejuk menyentuh kulit. Di saat sebagian orang masih menikmati hangatnya rumah, para petani cengkeh sudah bersiap menuju kebun. Di bulan suci Ramadan ini, mereka tetap menjalani rutinitas memanen cengkeh sambil menjalankan ibadah puasa.
Musim panen cengkeh tahun ini memang bertepatan dengan Ramadan. Bagi para petani, ini bukan hal baru. Meski harus menahan lapar dan dahaga sepanjang hari, semangat mereka untuk bekerja tetap tinggi. Bagi mereka, panen cengkeh bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga sumber penghidupan bagi keluarga.
Marzuki seorang petani cengkeh diKecamatan Pulau Seluan Kabupaten Natuna mengatakan, aktivitas panen tetap dilakukan seperti biasa, hanya saja ada sedikit penyesuaian waktu kerja. Biasanya mereka berangkat ke kebun sejak pagi setelah menunaikan salat Subuh. Udara pagi yang masih sejuk dimanfaatkan untuk memetik cengkeh sebelum matahari mulai terasa terik.
'' Untuk bulan Ramadhan ini aktifas kita panen cengkeh aja ,''ujarnya Senin 9 Maret 2026.
Selama bulan Ramadan, para petani biasanya bekerja hingga menjelang siang hari. Setelah itu mereka pulang untuk beristirahat dan mempersiapkan diri menjalani ibadah puasa hingga waktu berbuka tiba. Cara ini dilakukan agar tenaga tetap terjaga meskipun aktivitas panen cukup menguras energi.
Memanen cengkeh memang membutuhkan tenaga dan ketelitian. Para petani harus memanjat pohon atau menggunakan galah untuk menjangkau bunga cengkeh yang sudah siap dipetik. Dalam kondisi berpuasa, pekerjaan ini tentu menjadi tantangan tersendiri.
''Waktu panen kita lebih awal saat masih pagi ,kalau sudah siang kita berhenti sejenak agar tenaga tidak terkuras,'' tambahnya.
Namun bagi para petani, bekerja sambil berpuasa sudah menjadi bagian dari kehidupan. Mereka mengaku kunci utama agar tetap kuat adalah menjaga pola makan saat sahur dan berbuka. Makanan bergizi serta minum air yang cukup menjadi cara sederhana untuk menjaga stamina selama bekerja di kebun.
Selain itu, sebagian petani juga menyesuaikan ritme kerja agar tidak terlalu memaksakan tenaga. Jika biasanya mereka bekerja hingga sore hari, selama Ramadan waktu kerja dipersingkat. Meski demikian, semangat untuk menyelesaikan panen tetap terjaga.
Musim panen juga menjadi momen kebersamaan bagi keluarga. Tidak jarang anggota keluarga ikut membantu proses panen di kebun. Ada yang memetik cengkeh, mengumpulkan hasil panen, hingga menjemur cengkeh yang sudah dipetik.
Kebersamaan ini tidak hanya meringankan pekerjaan, tetapi juga mempererat hubungan keluarga. Bagi sebagian petani, Ramadan justru menjadi waktu yang penuh makna karena bisa bekerja bersama keluarga sekaligus menjalankan ibadah.
Terkait hasil panen tahun ini, beberapa petani mengaku produksi cengkeh tidak merata. Ada pohon yang berbuah cukup banyak, namun ada juga yang tidak berbuah maksimal. Meski begitu, mereka tetap bersyukur karena masih dapat memanen hasil dari kebun yang selama ini dirawat dengan penuh kesabaran.
''Kalau hasil panen tahun ini memang jauh menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu,'' katanya.
Harga cengkeh di tingkat petani juga menjadi perhatian tersendiri. Harga yang stabil tentu sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarga, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri yang biasanya memerlukan pengeluaran lebih besar.
Bagi para petani, hasil panen cengkeh tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi harapan untuk memperbaiki kesejahteraan keluarga. Karena itu mereka selalu berharap musim panen dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang memuaskan.
''Untuk harga upah panjat delapan ribu rupiah perkilo,Sedangkan harga cengkeh basah antara kisaran 25 ribu rupiah perkilogramnya ,lumayanlah untuk persiapan lebaran ,''tambah Marzuki.
Di balik lelahnya memetik cengkeh di bawah terik matahari, para petani tetap menjalani semuanya dengan penuh kesabaran. Ramadan justru menjadi penguat semangat mereka, bahwa bekerja mencari nafkah juga merupakan bagian dari ibadah.
Pendengar, kisah para petani cengkeh ini mengingatkan kita bahwa Ramadan tidak menghalangi seseorang untuk tetap berkarya dan bekerja. Dengan semangat, ketekunan, serta rasa syukur, mereka menjalani hari-hari di kebun sambil tetap menunaikan kewajiban sebagai umat Muslim.
Dari kebun cengkeh di Kecamatan Pulau Laut, semangat kerja dan keteguhan para petani terus tumbuh, seiring harapan akan panen yang membawa berkah bagi keluarga dan masa depan mereka.