Kue Peyek Jadi Primadona Jelang Lebaran di Ranai

  • 25 Feb 2026 07:44 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID ,Natuna - Diawal awal ramadhan ini, permintaan kue tradisional khas lebaran mulai meningkat di Ranai, Kabupaten Natuna. Salah satu yang paling diburu masyarakat adalah kue peyek, camilan renyah berbahan dasar tepung beras yang dipadukan dengan kacang tanah.

Peyek dikenal sebagai pelengkap hidangan Lebaran seperti opor ayam dan rendang. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah menjadikan peyek favorit untuk disajikan kepada tamu saat bersilaturahmi.

Sejumlah pelaku usaha rumahan di Ranai mengaku mulai kebanjiran pesanan sejak dua pekan terakhir. Produksi peyek pun meningkat hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.

“Biasanya kami produksi sekitar 5 kilogram tepung per hari, sekarang bisa sampai 10–15 kilogram. Banyak yang pesan untuk stok lebaran,” ujar salah satu pengrajin peyek di Ranai, Rabu,25 Februari 2026.

Proses pembuatan peyek masih dilakukan secara tradisional. Adonan tepung beras yang telah dibumbui dicampur dengan santan, kemudian diberi taburan kacang tanah sebelum digoreng tipis hingga kering.

Selain kacang tanah, beberapa varian lain seperti peyek udang rebon dan peyek teri juga mulai diminati.

Harga peyek di Ranai bervariasi, mulai dari Rp25 ribu hingga Rp40 ribu per toples, tergantung ukuran dan jenis isinya. Meski harga bahan baku seperti minyak goreng dan kacang tanah mengalami kenaikan, para pengrajin berupaya menjaga kualitas dan rasa agar tetap diminati pembeli.

Masyarakat Ranai mengaku, kehadiran peyek di meja tamu sudah menjadi tradisi turun-temurun setiap Lebaran. Selain sebagai camilan, peyek juga kerap dijadikan buah tangan untuk keluarga dan kerabat.

Dengan meningkatnya permintaan, para pelaku usaha berharap momentum lebaran tahun ini dapat mendongkrak pendapatan mereka. Hal ini juga dinilai sekaligus sebagai ikut dalam melestarikan kuliner tradisional khas nusantara.

Rekomendasi Berita