UMMAD Beri Dana Komitmen untuk Riset dan Pengabdian Dosen

  • 02 Okt 2024 13:02 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) memberi dana komitmen pengembangan bidang kemahasiswaan kepada tujuh Himpunan Mahasiswa Prodi (himaprodi) yang dikelola saat ini. Tujuh Himaprodi yang memperoleh dana komitmen adalah Hima Kebidanan, Adminkes, Ilmu Aktuaria, Ilmu Lingkungan, Ilmu Komunikasi, Biokewirausahaan, serta Kesejahteraan Sosial (Kessos).

Masing-masing himaprodi tersebut memperoleh dana komitmen sebesar Rp1 juta. Pemberian dana komitmen tersebut secara simbolis diserahkan kepada perwakilan masing-masing Himaprodi oleh Rektor UMMAD, Prof. Dr Sofyan Anif, saat kegiatan Masa Ta’aruf mahasiswa baru UMMAD 2024/2025, Selasa (1/10/2024).

Direktur Kemahasiswaan UMMAD, Prof Dr Ihwan Susila mengatakan, melalui pemberian dana komitmen kepada 7 himpunan mahasiswa Prodi di UMMAD memperlihatkan kesungguhan UMMAD meningkatkan prestasi mahasiswa di bidang akademik.

“UMMAD berkomitmen untuk meningkatkan prestasi mahasiswa di bidang akademik melalui pemberian dana kepada 7 himaprodi untuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Ihwan Susila sebagaimana rilis yang diterima RRI, Rabu (2/10/2024).

Ihwan Susila menambahkan, universitas juga memberikan apresiasi berupa dana pendamping bagi pemenang hibah program kreativitas mahasiswa dan program pembinaan kewirausahaan.

Sementara itu Rektor UMMAD, Prof Dr Sofyan Anif menerangkan, pemberian dana komitmen ini merupakan strategi UMMAD melibatkan mahasiswa dalam penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan para dosen.

“Mahasiswa harus dilibatkan dalam penelitian dan pengabdian masyarakat oleh dosen. Bahkan mahasiswa diharapkan bisa mandiri karena nilai mahasiswa itu akan jadi komprehensif tidak hanya bicara teori di ruang kelas tapi juga ada di lapangan,” terang Rektor UMMAD.

Rektor juga menjelaskan, pemberian dana komitmen berwujud dana stimulan itu dapat digunakan jika ada dosen melakukan penelitian dari pemerintah. Sehingga mahasiswa bisa ikut serta tanpa harus mengeluarkan biaya.

“Katakanlah biaya dari penelitian dosen itu di-split dari tema-tema spesifik sementara mahasiswa sudah punya modal Rp1 juta. Jadi bisa saling menutupi kekurangan, sinergi dengan penelitian dosen,” ujar Rektor UMMAD.

Ditambahkan Rektor, strategi seperti ini dilakukan perguruan tinggi yang sudah maju. Sehingga mahasiswa tidak hanya punya pengalaman didalam kelas tapi juga di luar.

“Justru menara gadingnya mahasiswa itu ada di pengabdian masyarakat,” tegas Rektor UMMAD.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....