Puasa Syawal Mulai Kapan? Simak Tanggal dan Niatnya Disini

  • 20 Mar 2026 16:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Puasa Syawal enam hari memiliki keutamaan pahala setara puasa satu tahun penuh.
  • Waktu pelaksanaan berbeda mengikuti penetapan Idulfitri, namun bisa dilakukan tidak berurutan selama bulan Syawal.
  • Keutamaan puasa Syawal juga berlaku bagi yang qadha Ramadan atau puasa nazar, bahkan dapat diganti di bulan lain.

RRI.CO.ID, Jakarta - Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh selama Ramadan, umat Islam dianjurkan melanjutkannya dengan puasa sunah. Umat muslim dianjurkan melakukan puasa enam hari di bulan Syawal.

Amalan ini dikenal sebagai puasa Syawal dan memiliki keutamaan besar dalam Islam. Anjuran tersebut bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW.

Hadis tersebut menyebutkan orang yang berpuasa Ramadan lalu dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal akan mendapatkan pahala. Pahala terssebut seperti berpuasa selama satu tahun penuh.

Awal Pelaksanaan Puasa Syawal

Awal pelaksanaan puasa Syawal bergantung pada penetapan Hari Raya Idulfitri. Secara umum, waktu yang paling utama untuk melaksanakan puasa Syawal adalah enam hari berturut-turut setelah Idulfitri.

Pada tahun 1447 Hijriah, terdapat perbedaan tanggal Idulfitri antara Muhammadiyah dan pemerintah. Muhammadiyah menetapkan Idulfitri lebih awal, yakni 20 Maret 2026.

Berdasarkan penetapan tersebut, puasa Syawal bagi warga Muhammadiyah sudah dapat dimulai. Yaitu pada tanggal 21-26 Maret 2026.

Sementara itu, pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Dengan demikian, puasa Syawal dapat mulai dilaksanakan pada 22 - 27 Maret 2026.

Meski dianjurkan dilakukan segera setelah hari raya, puasa Syawal sebenarnya tidak harus dikerjakan secara berurutan. Seseorang tetap bisa menjalankannya di hari lain selama masih berada di bulan Syawal.

Orang yang menjalankan puasa enam hari tersebut tetap memperoleh keutamaan sebagaimana disebutkan dalam hadis. Yakni pahala seperti berpuasa selama satu tahun.

Dalam literatur klasik Islam atau kitab turats, dijelaskan bahwa keutamaan puasa Syawal juga dapat diperoleh. Keutamaan tersebut berlaku bagi yang melakukan qadha puasa Ramadan atau menunaikan puasa nazar di bulan Syawal.

Keterangan ini antara lain dijelaskan dalam kitab Nihayatuz Zain karya ulama Nusantara, Syekh Nawawi al-Bantani. Karena besarnya keutamaan puasa ini, seseorang yang tidak sempat melaksanakannya dianjurkan mengganti pada bulan lain.

Untuk memantapkan ibadah, para ulama menganjurkan agar seseorang melafalkan niat ketika hendak menjalankan puasa Syawal. Berikut lafal niat puasa Syawal yang dibaca pada malam hari.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

Berbeda dengan puasa wajib, niat puasa sunah tidak harus dilakukan pada malam hari. Seseorang masih diperbolehkan berniat di siang hari selama belum makan atau melakukan hal yang membatalkan puasa.

Dalam kondisi tersebut, seseorang tetap bisa berniat menjalankan puasa Syawal ketika muncul keinginan untuk berpuasa. Adapun lafaz niat yang dapat dibaca pada siang hari adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”

Demikian jawaban mengenai kapan mulai puasa Syawal, lengkap dengan jadwal, keutamaan dan niatnya. Semoga informasi ini bermanfaat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....