Panduan, Hukum, dan Keutamaan Puasa Syawal

  • 20 Mar 2026 13:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Puasa Syawal adalah ibadah sunah enam hari setelah Ramadan dengan keutamaan pahala setara puasa satu tahun, berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim.
  • Hukumnya sunnah bagi yang tidak memiliki utang puasa, sedangkan yang masih memiliki kewajiban qadha dianjurkan mendahulukannya, karena jika tidak bisa menjadi makruh.
  • Puasa Syawal dapat dilakukan berturut-turut atau terpisah di bulan Syawal, serta niatnya fleksibel karena boleh dilakukan pada pagi atau siang hari selama belum batal puasa.

RRI.CO.ID, Jakarta — Puasa Syawal merupakan salah satu ibadah sunah yang dianjurkan bagi umat Islam setelah menjalankan puasa Ramadan. Ibadah ini dilakukan selama enam hari di bulan Syawal dan memiliki keutamaan yang besar.

Melansir dari NU Online, Jumat, 20 Maret 2026, keutamaan puasa Syawal disebutkan dalam hadis sahih riwayat Imam Muslim. Hadis tersebut menjelaskan, melanjutka enam hari puasa di bulan Syawal setelah Ramadan pahalanya setara berpuasa satu tahun penuh.

Secara hukum, puasa Syawal berstatus sunnah bagi umat Islam yang tidak memiliki tanggungan puasa wajib. Bagi mereka yang masih memiliki utang puasa Ramadan dianjurkan untuk terlebih dahulu menunaikan puasa wajib tersebut.

Jika tetap menjalankan puasa Syawal sebelum mengganti puasa wajib, sebagian ulama menilai hukumnya menjadi makruh. Sementara bagi yang sengaja meninggalkan puasa Ramadan tanpa alasan, pelaksanaan puasa Syawal dinilai tidak diperbolehkan.

Meski demikian, umat Islam yang menunaikan puasa wajib di bulan Syawal tetap memperoleh sebagian keutamaan puasa Syawal. Puasa Syawal idealnya dilakukan selama enam hari berturut-turut setelah Idulfitri, yakni mulai tanggal 2 hingga 7 Syawal.

Namun, pelaksanaannya tidak harus berurutan. Umat Islam diperbolehkan menjalankan puasa tersebut secara terpisah selama masih berada di bulan Syawal.

Dalam hal niat, puasa Syawal memiliki kelonggaran dibandingkan puasa Ramadan. Niat boleh dilakukan pada pagi atau siang hari, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak subuh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....