Ramadan Usai, Perjalanan Taat Baru Dimulai

  • 19 Mar 2026 09:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ramadan meninggalkan warisan nilai spiritual
  • Puasa membentuk akhlak dan pengendalian diri
  • Nilai Ramadan tidak boleh berhenti saat Idulfitri, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

RRI.CO.ID, Jakarta - Penyuluh Agama Ahmad Mahmudi menegaskan Ramadan bukan sekadar bulan ibadah yang datang, kemudian berlalu begitu saja. Menurutnya, nilai-nilai yang dipelajari selama Ramadan seharusnya tetap hidup setelah Idulfitri dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengingatkan tujuan utama puasa sebagaimana dijelaskan Allah SWT dalam Al-Qur’an yakni membentuk pribadi yang bertakwa. “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” ujarnya mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183 saat Syiar Ramadan Jelang Imsak Pro3 RRI di Jakarta, Kamis, 19 Maret 2026.

Ahmad menjelaskan, ketakwaan merupakan warisan spiritual Ramadhan yang harus terus dijaga dalam seluruh aspek kehidupan. Dengan demikian, kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi menjadi landasan bagi seorang muslim dalam menjaga perilaku sehari-hari.

Menurutnya, puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga harus melahirkan perubahan akhlak dan perilaku. Ustaz Ahmad Mahmudi menambahkan, Ramadan juga menanamkan nilai kesabaran melalui latihan menahan amarah dan mengendalikan hawa nafsu.

“Puasa adalah setengah dari kesabaran,” ucapnya mengutip hadis riwayat Tirmidzi. Menurutnya, ibadah puasa juga bertujuan untuk mengendalikan hawa nafsu, sebab banyak dosa lahir dari syahwat yang tidak terkendali.

“Oleh karena itu, jika setelah Ramadan seseorang masih mudah marah, mudah berdusta, atau mudah terjerumus dalam maksiat. Berarti pelajaran kesabaran dari Ramadan belum sepenuhnya meresap dalam jiwanya,” kata Ahmad Mahmudi.

Selain itu, Ahmad Mahmudi juga menjelaskan Ramadan mengajarkan nilai kepedulian sosial melalui pengalaman merasakan lapar dan dahaga. Hal ini menjadi pengingat terhadap kondisi saudara-saudara yang hidup dalam kekurangan.

Karena itu, kata dia, semangat berbagi yang tumbuh selama Ramadan tidak seharusnya berhenti setelah Idulfitri. Menurutnya, Ramadan juga melatih umat Islam untuk istiqamah dalam ibadah seperti salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir.

Nilai istiqamah tersebutlah yang harus terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan seorang muslim. “Maka tetaplah engkau (Muhammad) pada jalan yang benar sebagaimana diperintahkan,” ujar Ahmad Mahmudi mengutip Surah Hud ayat 112.

Ia menegaskan Idulfitri bukan akhir dari ibadah, melainkan awal perjalanan baru menuju kehidupan yang lebih taat kepada Allah SWT. Karena, Ramadan meninggalkan warisan nilai berupa ketakwaan, kesabaran, kepedulian sosial, dan istiqamah dalam ibadah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....