Ulama Ingatkan Keikhlasan dalam Setiap Ibadah Selama Ramadan
- 17 Mar 2026 13:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Keikhlasan menjadi fondasi utama dalam menjalankan seluruh bentuk ibadah
- Ulama mengingatkan pentingnya menyembunyikan amal kebaikan agar terhindar dari riya dan sum’ah
- Ramadan menjadi momentum terbaik untuk melatih dan memperkuat keikhlasan dalam beribadah
RRI.CO.ID, Jakarta - Ulama Majelis Dakwah Kebangsaan, Cahya Fathul Bari menegaskan pentingnya keikhlasan dalam setiap ibadah di bulan Ramadan. Ia menjelaskan keikhlasan menjadi fondasi utama dalam menjalankan seluruh bentuk ibadah.
“Definisi keikhlasan ialah melakukan ibadah semata-mata karena Allah SWT. Tanpa mengharapkan pujian, balasan duniawi, atau perhatian manusia,” ujar Cahya dalam program Syiar Ramadan jelang imsak Pro 3 RRI, Senin, 16 Maret 2026.
Menurutnya, Al-Qur’an telah menegaskan pentingnya memurnikan niat hanya untuk Allah dalam beribadah. Keikhlasan menjadi ruh yang menghidupkan setiap amal yang dilakukan seorang hamba.
Cahya mengatakan bahwa meraih keikhlasan bukan perkara mudah karena banyak tantangan yang dihadapi. Salah satunya adalah godaan riya atau keinginan memperlihatkan ibadah kepada orang lain.
“Riya' atau pamer merupakan godaan untuk menunjukkan ibadah kepada orang lain. Misalnya seperti sering ke masjid agar terlihat sholeh/sholehah, bersedekah agar dipuji,” kata Cahya.
Selain itu terdapat pula kecenderungan sum’ah atau keinginan agar amal diketahui banyak orang. Hasrat duniawi juga seringkali memengaruhi niat seseorang dalam beribadah.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya upaya menjaga keikhlasan melalui berbagai langkah. Salah satunya dengan melakukan introspeksi diri secara berkelanjutan.
“Intropeksi diri atau muhasabah. Dimana kita senantiasa meninjau niat sebelum, saat, dan sesudah beribadah,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menyembunyikan amal kebaikan agar terhindar dari riya dan sum’ah. Fokus kepada Allah serta memperbanyak doa menjadi kunci menjaga kemurnian niat.
“Menyembunyikan Amal Kebaikan. Jika memungkinkan, sembunyikan amal shaleh agar terhindar dari riya' dan sum'ah, kecuali jika ada maslahat syar'i untuk ditampakkan," kata Cahya.
Menurutnya, keikhlasan akan memberikan dampak besar dalam kehidupan seorang Muslim. Amal yang dilakukan dengan tulus akan lebih bernilai dan membawa keberkahan.
“Buah manis keikhlasan adalah diterimanya amal ibadah oleh Allah SWT. Terhindar dari kesia-siaan amal, serta membentuk pribadi yang tawadhu' dan bersyukur,” ujarnya.
Ia menekankan agar Ramadan menjadi momentum terbaik untuk melatih dan memperkuat keikhlasan dalam beribadah. Kesadaran akan kehidupan akhirat juga dinilai mampu memurnikan niat dari pengaruh dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....