Syiar Ramadan: Doa dan Pengharapan di Penghujung Ramadan

  • 18 Mar 2026 07:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pentingnya doa di penghujung Ramadan sebagai momen terbaik memanjatkan harapan
  • Ramadan merupakan momentum penuh ampunan sehingga merugi jika dilewati tanpa memperoleh ampunan Allah SWT

RRI.CO.ID, Jakarta – Penyuluh Agama Islam Kepulauan Seribu, Samtidar Effendy Tomagola mengingatkan pentingnya doa di penghujung Ramadan. Ia menekankan momen akhir bulan suci menjadi waktu terbaik memanjatkan pengharapan kepada Allah SWT.

Menurutnya, Rasulullah SAW telah mengajarkan doa khusus yang diamalkan pada hari-hari terakhir Ramadan. Doa tersebut menjadi bentuk harapan agar ibadah diterima serta tidak menjadi Ramadan terakhir dalam kehidupan.

“Janganlah Engkau jadikan puasa ini yang terakhir dalam hidupku, jika Engkau menjadikannya (sebagai puasa terakhir). Jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau sayangi dan jangan jadikan aku sebagai orang yang Engkau jauhi (merugi),” ucapnya mengutip hadis yang diriwayatkan Jabir bin Abdullah dari Muhammad Al Mustafa saat Syiar Ramadan Jelang Imsak Pro3 RRI di Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.

Ia juga mengatakan seluruh rangkaian ibadah yang telah dijalankan selama Ramadan menjadi bekal untuk memohon penerimaan dari Allah SWT. “Tentu dengan ibadah yang kita laksanakan itu, kita berharap Allah SWT menerima amal ibadah kita,” katanya.

Sebagaimana doa yang telah diajarkan, lanjutnya, umat Islam dapat memohon agar seluruh amal ibadah diterima oleh Allah SWT. Menurutnya, doa tersebut menjadi simbol kerendahan hati sekaligus harapan seorang muslim atas ridha Allah SWT.

“Wahai Tuhan kami terimalah puasa kami, salat kami, rukuk kami, sujud kami, dan tilawah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” ucapnya meningatkan doa itu.

Samtidar menjelaskan, keutamaan doa akhir Ramadan mengandung harapan agar umat Islam dapat kembali bertemu Ramadan berikutnya. Selain itu, ia juga menyebutkan doa tersebut menjadi sarana memohon rahmat dan ampunan atas seluruh amal ibadah selama Ramadan.

Lebih dari itu, kata dia, doa akhir Ramadan juga membantu meningkatkan kesadaran spiritual serta evaluasi diri umat Islam. Menurutnya, para ulama juga berpendapat tentang anjuran berdoa pada akhir Ramadan.

“Menurut mazhab Hanafi, doa pada akhir Ramadhan sangat dianjurkan sebagai bentuk penghormatan kepada bulan suci yang akan segera berakhir. Imam Abu Hanifah menyatakan bahwa doa-doa yang dipanjatkan pada hari-hari terakhir Ramadhan memiliki peluang besar untuk dikabulkan,” kata Samtidar.

Kemudian ia juga menjelaskan pendapat ulama dari mahzab Maliki. Menurutnya, pada mahzab ini, keikhlasan dan ketundukan menjadi kunci utama dalam memanjatkan doa pada momen akhir Ramadan.

“Doa-doa di akhir Ramadhan harus mencakup permohonan ampunan, rahmat, serta harapan agar dapat berjumpa dengan Ramadhan berikutnya. Dalam kitab Al-Umm, Imam Syafi’i menyebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat sering berdoa di akhir bulan Ramadhan,” ujarnya.

Ia menambahkan, doa akhir Ramadan sebaiknya dilakukan dengan penuh rasa syukur atas kesempatan menjalani ibadah selama sebulan penuh. Momen tersebut juga menjadi refleksi agar umat Islam tidak termasuk orang yang merugi.

“Menurut mazhab Hambali, doa akhir Ramadhan sangat dianjurkan dan lebih baik jika dilakukan dengan penuh ketundukan dan rasa syukur. Imam Ahmad bin Hanbal menyarankan agar doa ini dilakukan setelah shalat malam atau saat sahur terakhir di bulan Ramadhan,” kata Samtidar menjelaskan.

Samtidar juga mengingatkan, bulan Ramadan penuh dengan amalan yang mengandung pengampunan dosa bagi umat Islam. Karena itu, sangat merugi jika seseorang meninggalkan Ramadan tanpa memperoleh ampunan dari Allah SWT.

“Oleh karena itu maka mari kita memanfaatkan moment akhir Ramadhan ini dengan banyak banyak berdoa kepada Allah SWT. Agar Allah senantiasa memberikan kita rahmat, ampunan, pembebasan dari api neraka dan kita difitrahkan oleh Allah SWT,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....