Menghidupkan Malam Ramadan Dengan Ibadah Lebih Berkualitas
- 10 Mar 2026 05:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Ulama dari Kelompok Kerja Majelis Taklim Kemenag R.I, Ustadzah Nofiarti mengatakan, Ramadan memiliki keistimewaan pada malam-malamnya bagi umat Muslim. Menurutnya, waktu tersebut menjadi kesempatan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam menghidupkan malam Ramadan dengan ibadah. Mereka yang melakukannya dijanjikan ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.
Ia mengatakan, salah satu keutamaan Ramadan adalah hadirnya malam Lailatul Qadar. Malam ini disebut lebih baik dari seribu bulan ibadah.
Nilai ibadah pada malam tersebut setara lebih dari 83 tahun. Karena itu Rasulullah meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Malam Ramadan juga dikenal sebagai waktu mustajab untuk berdoa. Pada waktu itu rahmat dan ampunan Allah terbuka luas.
"Menghidupkan malam Ramadan bukan sekadar terjaga hingga larut. Malam sebaiknya diisi dengan ibadah yang khusyuk dan berkualitas," kata Ustadzah Nofiarti dalam Syiar Ramadan Pro3 RRI jelang Imsyak, Selasa, 10 Maret 2026.
Shalat tarawih dan qiyamul lail menjadi ibadah utama pada malam Ramadan. Umat Islam dianjurkan melaksanakannya dengan tenang dan penuh penghayatan.
Tilawah Al-Qur’an juga dianjurkan selama malam Ramadan. Al-Qur’an sendiri diturunkan pada bulan suci tersebut.
"Bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia," demikian firman Allah dalam Al-Baqarah ayat 185.
Selain itu umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir. Istighfar, tasbih, dan tahmid dapat memperkuat kedekatan spiritual dengan Allah.
Kemudian, Muhasabah diri, dalam hal ini untuk merenungkan perjalanan hidup sebagai manusia. Sekaligus melihat berbagai hal yang perlu diperbaiki hingga yang harus ditaubati.
Ibadah yang berkualitas bukan hanya banyaknya amalan. Keikhlasan, kekhusyukan, dan mengikuti tuntunan Rasulullah menjadi kunci utama.
Di era modern, banyak godaan membuat malam Ramadan terlewat tanpa makna. Media sosial dan hiburan sering mengalihkan perhatian dari ibadah.
"Malam Ramadan adalah kesempatan yang sangat berharga, jangan sampai ia berlalu tanpa bekas. Jadikan setiap malam sebagai ladang pahala, sebagai waktu mendekatkan diri kepada Allah," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....