Ulama Rusia Ceritakan Suasana Ramadan di Tempat Asal Khabib Nurmagomedov
- 15 Mar 2026 17:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Islam menjadi salah satu agama terbesar di Federasi Rusia, seperti yang tersebar di Negara Bagian Dagestan. Republik Dagestan sendiri menjadi tidak asing di telinga masyarakat dunia sebab merupakan tempat kelahiran Khabib Nurmagomedov dan Islam Makhachev.
Keduanya merupakan atlet seni bela diri campuran (MMA) profesional yang berkompetisi di UFC (Ultimate Fighting Championship). Namun, Khabib telah memutuskan pensiun pada Oktober 2020.
Populasi muslim di Rusia termasuk tinggi dengan sebaran mayoritas di sekitar lima hingga enam negara bagian, di antaranya, Dagestan, Chechnya, serta Ingushetia. Diperkirakan jumlah penduduk Muslim di Rusia sekitar 15 persen dari total populasi atau setara 20 hingga 25 juta jiwa.
“Kalau misalnya penduduknya Dagestan itu tiga juta lima ratus ribu orang, sekitar 90 persen merupakan muslim. Kalau Chechnya misalnya sekitar satu juta orang, mereka juga 99 persen atau 100 persen muslim juga semua,” kata Perwakilan Resmi Majelis Rohani Muslim Rusia untuk Indonesia, Arip Sultanmagomedov saat ditemui di sela-sela buka puasa bersama, Sabtu, 14 Maret 2026 di Masjid Istiqlal Jakarta.
Arip menceritakan, suasana puasa di Dagestan tidak jauh berbeda dengan di Indonesia. Menurutnya, hal yang paling mencolok adalah keramaian di setiap masjid yang dikunjungi oleh umat muslim untuk beribadah.
Seperti halnya di Indonesia, tidak hanya untuk beribadah dengan khusyuk selama puasa. Tapi, mereka juga hadir untuk mengikuti kegiatan buka puasa bersama yang kadang diselenggarakan oleh berbagai organisasi, termasuk dari perkumpulan para atlet.
“Misalnya buka bersama dengan para petinju, para atlet, mereka gabung di tempat satu bikin komunitas. Misalnya buka bersama kedokteran dan itu semua komunitas gabung,” ujarnya menambahkan.
Bahkan, kedai-kedai kopi memberikan pelayanan gratis untuk para jemaah yang didominasi para pemuda yang melakukan iktikaf di masjid-masjid. Termasuk, memberikan makanan khusus untuk sahur.
“Karena di sana lagi beberapa misalnya coffee shop sama kafe, mereka bikin cabang di depannya masjid, terus kadang-kadang sampai subuh itu bisa datang minum kopi gratis. Selain buka puasa itu sampai sahur mereka kasih minuman gratis untuk anak yang tinggal, yang I’tikaf di masjid,” kata Arip yang juga merupakan asli Dagestan ini.
| Baca juga: Menunda Berbuka, Apakah Puasa Tetap Sah? |
Arip menggambarkan para atlet MMA terkenal seperti Khabib maupun Islam sebagai tokoh yang tidak hanya sukses di bidang olahraga. Tapi, mereka maupun atlet MMA lainnya di Dagestan merupakan para muslim yang saleh.
“Itu sebenarnya di Rusia dan di Dagestan khusus itu yang petinju-petinju terkenal di dunia itu, mereka bukan cuman petinju bagus, mereka itu tetap muslim saleh juga. Mereka sangat beragama dan berdisiplin karena itu mereka mungkin bisa jadi juara di dunia juga,” ujar pria yang sempat menempuh pendidikan S2 di salah satu universitas di Malang.
“Saya tidak pernah bertemu Khabib, tapi pernah sama Islam Makhachev sama ada lain banyak, soalnya di Dagestan itu setiap dua tiga itu sudah juara di dunia. Banyak sekali di sana petinju terkenal, jadi bertemu dengan yang lainnya juga pernah.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....