Pusat Pemberitaan

Ketahui Keutamaan Salat Tarawih di Malam Ke-17 Bulan Suci Ramadan

  • 06 Mar 2026 13:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan itu menjadi acuan umat Islam menjalankan puasa dan memperbanyak amalan selama Ramadan.

Selain berpuasa, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah sunnah selama bulan suci Ramadan. Di antaranya membaca Al-Qur’an, bersedekah, berdzikir, hingga melaksanakan salat tarawih pada malam hari.

Salat tarawih menjadi salah satu ibadah yang hanya dikerjakan selama bulan Ramadan. Ibadah sunnah ini dikerjakan setelah salat Isya, baik berjamaah maupun sendiri di rumah.

Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, malam ke-17 Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Jumat malam, 6 Maret 2026. Pada malam tersebut, umat Islam tetap dianjurkan melaksanakan salat tarawih sebagaimana malam-malam sebelumnya.

Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-17 Ramadan

Banyak literatur keislaman menjelaskan keutamaan salat tarawih pada setiap malam Ramadan. Salah satu kitab yang kerap dijadikan rujukan ialah kitab Durratun Nashihin.

Kitab tersebut memuat penjelasan tentang keutamaan salat tarawih dari malam pertama hingga malam ke-30 Ramadan. Meski demikian, sebagian ulama menyebut tidak semua keterangannya berasal dari hadis yang kuat.

Walau begitu, isi kitab tersebut tetap sering dijadikan motivasi spiritual selama Ramadan. Penjelasan itu mendorong umat Islam semakin bersemangat meningkatkan ibadah hingga akhir bulan suci.

Dalam kitab Durratun Nashihin dijelaskan keutamaan salat tarawih pada malam ke-17 Ramadan. Hal itu sebagaimana diterangkan:

وَفِى اللَّيْلَةِ السَّابِعَةَ عَشَرَةَ يُعْطَى مِثْلَ ثَوَابَ الْاَنْبِيَاءِ

Artinya: Pada malam ketujuh belas, akan diberi pahala sebagaimana pahala para Nabi.

Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa setiap malam salat tarawih memiliki keutamaan tersendiri. Keutamaan-keutamaan itu dapat menjadi dorongan spiritual agar umat semakin bersemangat menjalankan ibadah.

Dengan menjaga salat tarawih, Ramadan dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperbanyak amal dan memperkuat keimanan. Ibadah ini juga menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT selama bulan penuh rahmat.

Niat berjamaah (makmum):

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat taraawiihi rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'muman lillahi ta'aalaa

Artinya: Aku niat shalat tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

Niat sendiri:

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatattarowihi rok'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala

Artinya: Aku niat shalat tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.

Niat sebagai imam:

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatat-taraawiihi rok'ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta'alaa

Artinya: Aku niat shalat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....