PPLI Nilai Ramadhan Momentum Edukasi Hemat Air bagi Masyarakat

  • 12 Mar 2026 11:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) menilai Ramadan dapat menjadi momentum meningkatkan edukasi masyarakat. Edukasi ini terkait pentingnya penghematan air dan menjaga kelestarian lingkungan.

Bulan Ramadan yang identik dengan nilai kesederhanaan sering diwarnai lonjakan penggunaan air rumah tangga. Fenomena ini menjadi perhatian PPLI yang berfokus pada pengelolaan lingkungan dan daur ulang limbah.

Laboratorium Manager PPLI, Muhamad Yusuf Firdaus, mengatakan nilai kesederhanaan Ramadan dapat diterapkan melalui kebiasaan menggunakan air. Masyarakat diharapkan menggunakan air secara bijak dalam aktivitas sehari-hari.

Ia mencontohkan penggunaan air saat berwudu yang sering kali berlebihan. Padahal wudu seharusnya dilakukan secukupnya sesuai ajaran kesederhanaan.

“Wudu juga jadi persoalan karena kran sering dibuka maksimal. Padahal ini wudu, bukan mandi,” ujar Yusuf, Kamis, 12 Maret 2026.

Menurutnya, isu ini relevan dengan peringatan Hari Air Sedunia yang jatuh pada Maret. Karena itu, pesan penghematan air dapat disisipkan dalam berbagai kegiatan keagamaan selama Ramadan.

Ia berharap forum keagamaan seperti pengajian dapat menjadi sarana edukasi lingkungan. Dengan begitu, kesadaran menjaga air dapat tumbuh bersama nilai-nilai spiritual Ramadan.

Direktur LAZNAS Al-Azhar, Iwan Rahman, menilai kebiasaan boros air di Indonesia juga dipengaruhi faktor budaya. Selain itu, ketersediaan sumber daya air yang relatif melimpah turut memengaruhi perilaku masyarakat.

“Sebagai negara yang air tanahnya melimpah, kita tidak pernah merasakan panasnya gurun. Karena itu penggunaan air dalam jumlah besar sering dianggap hal biasa,” ujar Iwan.

Ia juga menyoroti desain kran di banyak masjid yang mengalirkan debit air cukup besar. Kondisi ini membuat penggunaan air saat wudu menjadi kurang efisien.

Karena itu ia mendorong penerapan konsep Reduce, Reuse, Recycle atau 3R berbasis masjid. Pendekatan ini juga dapat diterapkan pada klaster pemukiman masyarakat.

Supervisor Environmental Database and Program PPLI, Irfan Maulana, memaparkan data penggunaan air saat wudu. Rata-rata penggunaan air per orang mencapai sekitar 2,9 hingga 5 liter.

Menurut Irfan, prinsip penghematan air menjadi bagian penting dalam pengelolaan lingkungan. Prinsip ini juga terus dikampanyekan PPLI dalam sektor industri.

“Di industri kami terus mengampanyekan efisiensi penggunaan air,” ujarnya. Upaya ini dilakukan untuk mendukung pengelolaan sumber daya yang lebih berkelanjutan.

Komitmen tersebut juga tercermin dalam operasional pengolahan limbah di PPLI. Pengolahan dilakukan melalui metode kimia dan fisika atau physical chemical treatment.

Selain itu digunakan metode evaporator untuk memekatkan air limbah. Proses ini bertujuan mengurangi total dissolved solids yang terkandung di dalam air.

Metode lain dilakukan melalui teknik biologis dengan memanfaatkan bakteri aktif. Teknik ini membantu mengurangi kadar pencemar dalam limbah.

Air hasil pengolahan limbah sebagian dimanfaatkan kembali untuk proses operasional perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya efisiensi penggunaan air.

“Dalam tiga tahun terakhir PPLI sudah memanfaatkan kembali sekitar 99 ribu meter kubik air. Padahal sebelumnya air itu seharusnya dibuang,” kata Irfan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....