Ketahui ini Keutamaan Malam Nuzulul Quran 17 Ramadan
- 06 Mar 2026 10:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Malam Nuzulul Quran atau malam turunnya Al-Qur’an yang jatuh setiap 17 Ramadan menjadi momen penting dalam sejarah Islam. Peristiwa ini menandai turunnya wahyu pertama dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril.
Maknanya bukan hanya sekadar peringatan historis, tetapi juga sebagai momentum spiritual untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak amal kebaikan. Pada malam ini, umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan agar mendapatkan keberkahan dan pengampunan Allah SWT.
Keistimewaan malam ini terlihat dari kesempatan umat mendekatkan diri melalui salat, doa, dzikir, dan membaca Al-Qur’an sepanjang malam. Dengan aktivitas ibadah yang konsisten diyakini dapat menumbuhkan ketakwaan dan meningkatkan kualitas spiritual setiap Muslim.
Selain itu, malam Nuzulul Quran menjadi waktu refleksi spiritual bagi umat Muslim untuk memohon takdir baik penuh keberkahan. Karena itu, umat Muslim disarankan memanfaatkan malam ini sebaik mungkin agar hikmah turunnya Al-Qur’an dapat dirasakan sepenuhnya.
Amalan ibadah pada malam ini, dinilai memiliki dampak spiritual dan sosial bagi setiap Muslim yang melakukannya dengan ikhlas. Bagi yang ingin lebih memahami makna malam Nuzulul Quran tersebut, berikut beberapa keutamaan yang bisa diperoleh.
1. Malaikat Turun ke Bumi
Pada malam Nuzulul Quran diyakini malaikat turun ke bumi untuk mendoakan hamba-hamba Allah yang sedang beribadah. Karena itu, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amal saleh seperti sholat malam, membaca Al-Qur'an, serta beriktikaf di masjid.
Sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al-Qadr ayat 4:
نَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
Artinya: "Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan."
2. Malam Penuh Kemuliaan dan Keberkahan
Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa suasana malam tersebut digambarkan sangat tenang, damai, dan penuh keberkahan. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Surat Ad-Dukhan ayat 3:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ
Artinya: "Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan."
3. Pahala Dilipatgandakan
Pada malam Nuzulul Quran, umat Muslim dianjurkan memperbanyak membaca Al-Qur’an sebagai bentuk ibadah dan penguatan keimanan. Setiap huruf yang dibaca diyakini mendatangkan pahala berlipat ganda bagi mereka yang membacanya dengan penuh keikhlasan.
"Dari Abdullah Ibnu Mas'ud, Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur'an), maka dia akan memperoleh satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan dengan sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.'" (HR At-Tirmidzi: 2835)
4. Dosa-Dosa Akan Diampuni
Pada malam Nuzulul Quran, umat Muslim jug dianjurkan memperbanyak ibadah dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Melalui ibadah yang dilakukan dengan iman dan keikhlasan, dosa-dosa yang telah lalu diharapkan mendapat ampunan dari-Nya.
"Barangsiapa melaksanakan sholat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR Bukhari)
5. Dicatatnya Takdir Tahunan
Malam ini diyakini sebagai malam pencatatan takdir, termasuk rezeki, kehidupan, dan kematian selama satu tahun penuh. Dalam Surah Ad-Dukhan ayat 4 menjelaskan bahwa Allah menetapkan segala urusan yang penuh hikmah pada malam tersebut.
Berdasarkan hasil sidang isbat Kementerian Agama, awal Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Dengan demikian, malam Nuzulul Quran atau 17 Ramadan versi pemerintah dimulai pada Jumat malam, 6 Maret 2026.
Sementara itu, berdasarkan hasil hisab Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 1 Ramadhan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Dengan perhitungan tersebut, malam Nuzulul Quran diperingati pada Kamis malam, 5 Maret 2026.
Pada malam Nuzulul Quran, umat Muslim biasanya mengisinya dengan berbagai amalan ibadah untuk meningkatkan ketakwaan. Amalan tersebut antara lain membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an serta memperbanyak doa dan dzikir.
Selain itu, sebagian umat Muslim juga mengikuti kajian keislaman dan melaksanakan iktikaf di masjid. Berbagai amalan tersebut dilakukan untuk memaknai peristiwa turunnya kitab suci Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....