Tradisi Berbagi Hampers Lebaran dalam Pandangan Islam

  • 12 Mar 2026 12:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menjelang Idulfitri, tradisi berbagi hampers atau parcel semakin marak dilakukan masyarakat. Lalu bagaimana sebenarnya pandangan Islam terhadap kebiasaan saling memberi bingkisan saat Lebaran tersebut?

Dalam praktiknya, hampers biasanya berisi makanan, kue kering, atau barang tertentu yang diberikan kepada keluarga. Bingkisan ini juga sering dibagikan kepada sahabat, tetangga, hingga rekan kerja sebagai bentuk perhatian.

Dikutip dari nu.or.id, istilah hampers sendiri berasal dari bahasa Inggris yang berarti keranjang berisi hadiah. Dalam tradisi modern, hampers berkembang menjadi paket bingkisan yang diberikan pada momen tertentu.

Dalam perspektif Islam, pemberian hampers dapat dipahami sebagai bagian dari tradisi memberi hadiah. Dalam literatur fikih, hadiah dikenal dengan istilah al-hadiyyah yang memiliki makna pemberian untuk memuliakan seseorang.

Dalam kitab fikih klasik yang dihimpun oleh Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah dijelaskan bahwa hadiah dan hibah memiliki makna yang hampir sama. Keduanya merupakan bentuk pemberian yang bertujuan menumbuhkan kasih sayang serta memberi manfaat kepada penerimanya.

Tradisi berbagi bingkisan juga sejalan dengan nilai silaturahmi yang dianjurkan dalam Islam. Memberi hadiah dapat mempererat hubungan antarindividu serta menumbuhkan rasa saling menghargai.

Di berbagai daerah Indonesia, tradisi berbagi makanan saat Lebaran sudah berlangsung sejak lama. Beberapa masyarakat bahkan memiliki kebiasaan mengantarkan makanan khas kepada tetangga terdekat.

Di masyarakat Jawa, tradisi ini sering dikenal dengan istilah ater-ater. Makanan biasanya dibagikan kepada keluarga atau tetangga sebagai bentuk kebersamaan saat hari raya.

Selain itu, tradisi berbagi juga terlihat ketika anak-anak bersilaturahmi kepada orang tua atau kerabat. Mereka biasanya menerima uang atau bingkisan sebagai bentuk penghargaan setelah menjalani puasa Ramadhan.

Tradisi tersebut mencerminkan nilai berbagi kebahagiaan pada hari raya. Islam sendiri mendorong umatnya untuk memperbanyak kebaikan serta mempererat hubungan sosial.

Anjuran Membalas Hadiah dalam Islam

Dalam ajaran Islam, seseorang yang menerima hadiah dianjurkan untuk membalasnya dengan kebaikan. Prinsip ini bertujuan menjaga hubungan baik antar sesama manusia.

Hal tersebut dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah. Ia menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW menerima hadiah dan berusaha membalasnya dengan kebaikan.

Hadis tersebut diriwayatkan oleh ulama hadis terkenal, Muhammad al-Bukhari. Riwayat ini menunjukkan, saling memberi hadiah merupakan perbuatan yang dianjurkan dalam Islam.

Dalam hadis lain, Nabi juga menganjurkan umat Islam untuk membalas setiap kebaikan yang diterima. Jika tidak mampu membalas dengan hadiah, seseorang dianjurkan mendoakan orang yang memberi kebaikan.

Doa yang sering dianjurkan ketika menerima hadiah adalah ucapan Jazakallahu khairan. Kalimat tersebut bermakna doa agar Allah membalas kebaikan orang yang telah memberi hadiah.

Dengan demikian, tradisi berbagi hampers atau parcel saat Lebaran pada dasarnya tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Selama dilakukan dengan niat baik, tradisi ini justru dapat mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat berbagi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....