Ketahui Keutamaan Salat Tarawih di Malam Ke-18 Bulan Suci Ramadan
- 07 Mar 2026 15:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Ramadan menjadi bulan penuh keberkahan bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amalan. Selain berpuasa pada siang hari, umat Islam dianjurkan menghidupkan malam dengan shalat tarawih.
Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, malam ke-18 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu malam, 7 Maret 2026. Pada malam tersebut, umat Islam tetap dianjurkan melaksanakan shalat tarawih sebagaimana malam-malam sebelumnya.
Shalat tarawih merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan setelah shalat Isya selama bulan Ramadan. Ibadah ini dapat dilaksanakan berjamaah di masjid maupun secara mandiri di rumah.
Dalam sejumlah literatur keislaman, terdapat penjelasan mengenai keutamaan shalat tarawih pada setiap malam Ramadan. Salah satu kitab yang kerap dijadikan rujukan ialah Durratun Nashihin.
Kitab tersebut memuat penjelasan keutamaan shalat tarawih dari malam pertama hingga malam ke-30 Ramadan. Namun, sebagian ulama menilai tidak seluruh keterangannya bersumber dari hadis yang kuat.
Karena itu, keterangan dalam kitab tersebut lebih tepat dipahami sebagai motivasi spiritual selama Ramadan. Penjelasan itu mendorong umat Islam menjaga semangat ibadah hingga akhir bulan suci.
Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-18 Ramadan
Dalam Durratun Nashihin dijelaskan keutamaan shalat tarawih pada malam ke-18 Ramadan. Pada malam ini, malaikat menyeru bahwa Allah telah meridhai hamba tersebut dan kedua orang tuanya.
Hal itu sebagaimana diterangkan:
وَفىِ اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةَ عَشَرَةَ نَادَى مَلَكٌ يَاعَبْدَ اللهِ اَنَّ اللهَ رَضِىَ عَنْكَ وَعَنْ وَالِدَيْكَ
Artinya: Pada malam kedelapan belas, malaikat berkata: wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah telah meridhaimu dan kedua orang tuamu.
Keterangan tersebut menjadi kabar gembira bagi orang yang menjaga tarawih dengan niat tulus karena Allah SWT. Keutamaannya tidak hanya menyentuh dirinya, tetapi juga kedua orang tuanya.
Hal itu menunjukkan betapa besar pahala dan keberkahan bagi orang yang tekun beribadah selama Ramadan. Ridha Allah menjadi tujuan utama dalam setiap ibadah yang dilakukan seorang Muslim.
Tanda-Tanda Allah Meridhai Manusia
Dalam naskah tersebut juga disebutkan beberapa tanda Allah meridhai seorang hamba. Tanda-tanda ini dapat menjadi bahan renungan bagi umat Islam selama menjalani Ramadan.
Berikut tanda-tanda Allah meridhai manusia;
- Kebaikan bertambah setiap waktu.
- Membuka pintu taubat baginya menjelang wafat.
- Banyak disenangi manusia.
- Senang berbuat kebaikan.
- Menerima nasehat dengan baik.
- Tidak mencari kepentingan dunia semata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....