Kementerian PU Siapkan Enam Strategi Jaga Kelancaran Mudik Lebaran 2026
- 07 Mar 2026 10:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi jalan nasional dan tol tetap mendukung lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Idulfitri.
“Sebagai bagian dari upaya memastikan kelancaran mobilitas masyarakat serta terjaganya aktivitas ekonomi selama mudik Lebaran 2026. Kami telah menyiapkan enam strategi utama,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizali Anwar saat memberikan sambutan dalam Media Gathering di kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.
Roy menjelaskan strategi pertama adalah memastikan seluruh jalan nasional berada dalam kondisi mantap. Ia menargetkan seluruh jalur mudik sudah bebas lubang serta dilengkapi fasilitas jalan yang memadai paling lambat H-10 Lebaran.
“Panjang jalan nasional non-tol saat ini mencapai 47.603 kilometer dengan tingkat kemantapan mencapai 93,50 persen. Selain itu, jalan tol yang telah beroperasi sepanjang 3.115 kilometer tersebar di berbagai wilayah Indonesia,” ucap Roy.
Roy menambahkan pihaknya memberi perhatian khusus pada koridor utama jalur mudik yang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat. Khususnya akses menuju penyeberangan Jawa–Sumatera.
“Akses menuju Pelabuhan Merak, BBJ Bojonegara, Ciwandan, hingga Bakauheni menjadi jalur penting arus mudik nasional. Ruas tersebut ditargetkan berfungsi optimal paling lambat H-10 Lebaran agar mampu melayani arus mudik dan balik,” ujar Roy.
Kementerian PU memprioritaskan perbaikan di koridor utama jalur mudik seperti Pantura Jawa serta lintas Jawa Tengah. Perbaikan juga dilakukan pada lintas Jawa Timur dan jalur tengah Pulau Jawa guna mendukung kelancaran arus mudik.
“Kami memastikan seluruh pekerjaan perbaikan jalan rampung sebelum puncak arus mudik. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu perjalanan masyarakat,” ucap Roy menjelaskan.
Sementara, Menteri PU Dody Hanggodo tengah mengidentifikasi sejumlah potensi gangguan infrastruktur, termasuk titik rawan bencana di sepanjang jalan nasional. Berdasarkan data BMKG periode Lebaran tahun ini diperkirakan masih didominasi curah hujan sedang hingga tinggi.
“Kami telah mengidentifikasi lebih dari 807 titik rawan banjir, 1.641 titik rawan longsor, serta 15 titik rawan gelombang laut di sepanjang jalan nasional. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, kami menyiapkan 1.461 unit Disaster Relief Unit (DRU) yang dilengkapi alat berat, material darurat, serta tim pendukung untuk penanganan cepat di lapangan,” kata Dody.
Selain itu, Dody menyebut sebanyak 496 posko juga disiapkan di berbagai wilayah Indonesia yang akan beroperasi mulai 11 Maret hingga 1 April 2026. Di sisi lain, pemerintah juga memastikan pelayanan di jalan tol tetap optimal.
“Posko ini menjadi pusat koordinasi sekaligus layanan cepat apabila terjadi gangguan lalu lintas atau kondisi darurat di jalur mudik. Saat ini terdapat 76 ruas tol yang beroperasi sepanjang 3.115 kilometer yang dilengkapi 136 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP),” ujar Dody.
Pemerintah menyiapkan 10 ruas tol fungsional untuk menambah kapasitas jalan selama arus mudik dan balik Lebaran. Total panjang ruas tol fungsional tersebut mencapai 291,13 kilometer yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.
“Ruas tol fungsional ini tersebar di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Hal ini dilakukan untuk membantu mengurai kepadatan selama arus mudik dan balik Lebaran,” ucap Dody menutup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....