Bagaimana Tanda-tanda Munculnya Lailatul Qadar? Begini Penjelasan Hadist Nabi

  • 06 Mar 2026 14:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh berkah dan kemuliaan, yang menjadi momen istimewa bagi umat Islam. Pada malam ini, umat Islam meyakini bahwa Allah SWT menurunkan wahyu-Nya kepada Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, malam ini diyakini sebagai malam yang penuh ampunan, rahmat, dan keberkahan. Di mana doa-doa umat yang memohon akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Namun, apakah kita dapat mengetahui tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar? Mengutip situs resmi MUI, berikut adalah penjelasannya

Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, KH. Abdul Muiz Ali, menyampaikan beberapa poin datangnya malam lailatul qadar. Salah satunya adalah malam yang dengan keadaan tidak hujan.

"Ada tanda-tandanya. Salah satunya, tidak dalam keadaan hujan. Tidak dalam keadaan hujan, dan ia merasakan tenang untuk ibadah itu, tidak hujan dan tidak panas," ujarnya dalam keteranhan pers yang diterima RRI, Jumat, 6 Maret 2026.

Lebih lanjut, adapun tanda lainnya seperti jatuhnya pada salah satu malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Yakni malam ke-21, ke-23, ke-25, ke-27, dan ke-29.

"Kalau malam Ramadan-nya hari ini, maka Lailatul Qadar-nya malam kesekian." ujarnya. Artinya, jika seseorang memulai puasa pada hari Sabtu, maka malam Lailatul Qadar berpotensi jatuh pada malam tertentu.

Ia juga merujuk pada beberapa hadis yang menjelaskan tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar. Salah satu hadis yang terkenal adalah hadis yang diriwayatkan oleh Ubay bin Ka’ab, yang mengatakan:

هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.

“Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru” (HR. Muslim no. 762, dari Ubay bin Ka’ab).

Hadits ini menunjukkan bahwa malam Lailatul Qadar memiliki tanda pada pagi harinya. Yakni matahari terbit dengan warna yang putih dan tidak memancarkan sinar secara menyeluruh.

Tanda ini menjadi salah satu petunjuk, meskipun umat Islam diingatkan untuk tidak hanya mencari tanda semata. Melainkan menghidupkan malam tersebut dengan ibadah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....