Menahan Amarah Jadi Cerminan Ketinggian Akhlak dalam Islam

  • 05 Mar 2026 18:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Musyrif Tahfidzul Qur’an SD IT Vinca Rosea Tahfizh International Lhokseumawe, Khairunnasri menjelaskan makna ketakwaan melalui kemampuan menahan amarah. Penjelasan tersebut merujuk pada firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 134 mengenai keutamaan menahan marah.

Menurutnya, kemampuan menahan amarah merupakan salah satu puncak kebaikan dalam amaliah keagamaan. Khairunnasri menyebut pribadi yang teduh, tenang, dan tidak mudah emosional mencerminkan kematangan akhlak seseorang.

“Kita akan menjumpai satu diantara puncak tertinggi dari kebaikan amaliyah agama ini adalah pribadi-pribadi yang teduh, dan tenang. Kemudian tidak mudah meledak, serta tidak gampang emosian adalah ia yang mampu dan kuasa dalam menahan amarahnya,” ucap Kairunnasri saat menyampaikan Syiar Ramadan Jelang Berbuka Pro 3 RRI, di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

Khairunnasri menjelaskan karakter seseorang dapat terlihat ketika menghadapi situasi yang memicu kemarahan. Dalam kondisi tersebut terlihat apakah seseorang mampu mengendalikan diri atau terjebak dalam emosinya.

“Perhatikanlah saat ia terbakar oleh amarahnya, apakah mampu ia kendalikan dengan penuh pesona dan kearifan. Atau justru ia terjebak dan terkurung dalam pergulatan emosinya yang pada akhirnya semakin jatuh lebih dalam tersandera amarahnya sendiri,” ujarnya.

Menurut Khairunnasri amarah yang tidak terkendali sering berujung pada tindakan destruktif atau merusak, yang dapat merugikan diri sendiri. Bangsa Indonesia, lanjutnya, sangat membutuhkan pribadi-pribadi yang santun dan teduh, serta tidak mudah terpancing emosi.

Hal itu penting mengingat Indonesia memiliki keragaman suku, bahasa, dan budaya yang sangat luas. Ia berharap sikap tersebut dapat mendukung terciptanya kehidupan berbangsa yang damai, sejuk, dan tenteram.

“Walaupun tidak semua kita di takdirkan untuk mampu dan sanggup seperti itu. Namun, setidaknya kita punya kesempatan, kekuatan dan kesungguhan untuk dapat menjadi pribadi yang tidak mudah meledak dalam kondisi apapun,” kata Khairunnasri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....