Ramadan Momentum Penyucian Diri dan Penguat Persaudaraan Umat
- 28 Feb 2026 16:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Mahasiswa Universitas Islam Madinah Ustaz Wahyudi mengingatkan, umat Islam meresapi makna Ramadan secara mendalam. Menurutnya, Ramadan menjadi momentum terbaik menyucikan diri dari berbagai kotoran hati.
Bulan penuh berkah berfungsi sebagai madrasah memperkuat persaudaraan serta empati sosial antar sesama. Ia menilai waktu berjalan cepat karena sepertiga Ramadan telah lebih dahulu berlalu.
“Ramadan melatih rasa kebersamaan. Hal itu karena puasa membuat semua orang merasakan lapar dan haus,” ujar Wahyudi dalam Pengajian dan Doa Keberkahan Ramadan daring di Jakarta, Sabtu, 28 Februari 2026.
Puasa menghadirkan pengalaman lapar dan haus yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat tanpa perbedaan status sosial. Kondisi tersebut membuat golongan mampu memahami kesulitan kaum fakir dalam memenuhi kebutuhan makan harian.
Ramadan juga melatih manusia keluar dari sifat egoisme melalui kegiatan berbagi takjil dan sedekah. Aktivitas berbagi diyakini menumbuhkan rasa cinta serta mempererat persaudaraan umat muslim.
Wahyudi menjelaskan, setiap kebaikan dengan kualitas keislaman baik akan memperoleh pahala berlipat hingga 700 kali. Sebaliknya, setiap keburukan hanya dicatat sebagai satu dosa sesuai perbuatannya.
Salat tarawih berjamaah memiliki peran penting dalam mempertemukan serta menyatukan hati kaum muslimin di masjid. Semangat ibadah jemaah lain dapat meningkatkan motivasi seseorang menjaga konsistensi beribadah.
Ia menilai kemurahan pahala menjadi motivasi umat memperbanyak amal kebaikan selama Ramadan. “Setiap keburukan dituliskan sebagai satu dosa yang sama, begitu indahnya pahala dari Allah,” kata Wahyudi.
Wahyudi mengajak umat Islam memperbanyak doa pada waktu-waktu mustajab selama berada di lingkungan yang baik. Ia berharap jemaah memperoleh kesempatan beribadah langsung di Masjid Nabawi pada masa mendatang.
Salat di Masjid Nabawi memiliki keutamaan setara seribu kali salat di tempat lain. Lingkungan ibadah yang kondusif seperti iktikaf mampu menumbuhkan kegigihan membaca Al-Qur’an.
Puasa mengajarkan manusia menahan amarah serta mengendalikan emosi dalam kehidupan sosial sehari-hari. Hati yang bersih setelah Ramadan diyakini lebih mudah merasakan empati terhadap sesama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....