Syiar Ramadan: Al-Qur’an dan Etika Bermedia Sosial
- 05 Mar 2026 06:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Anggota Ikatan Penyuluh Agama RI (IPARI) Abdul Hadi mengingatkan pentingnya etika bermedia sosial di era digital. Ia menegaskan media sosial harus dikendalikan oleh nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengatakan Islam tidak melarang teknologi dan tidak menolak perkembangan zaman. Namun, ia menyebut Islam mengatur akhlak dan etika dalam setiap aspek kehidupan termasuk bermedia sosial.
Salah satu etika yang diajarkan oleh syariat Islam yakni ‘tabayyun’ atau tidak mudah menyebarkan berita tanpa memverifikasi. “Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepadamu seorang fasik membawa suatu berita, maka telitilah (tabayyun),” ujar Hadi mengutip Firman Allah SWT dalam Surah Al-Hujarat ayat 6, dalam Program Syiar Ramadan Jelang Imsak Pro3 RRI, Kamis, 5 Maret 2026.
Ia menjelaskan ayat tersebut sangat relevan dengan penggunaan media sosial saat ini. Menurutnya, banyak hoaks dan fitnah tersebar karena pengguna langsung membagikan tanpa memeriksa kebenarannya.
“Setiap klik ‘bagikan’ akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Jangan sampai kita menjadi penyebar kebohongan yang merugikan orang lain,” katanya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan dan tulisan dalam interaksi digital. Ia menegaskan agar pengguna tidak melontarkan ujaran kebencian, hinaan, maupun ghibah melalui media sosial.
Hadi menegaskan setiap kata yang diucapkan maupun ditulis akan dicatat malaikat sebagai pengawas. Ia mengingatkan status, caption, dan komentar tetap tercatat di sisi Allah, dan tidak akan pernah terhapus kecuali dengan taubat.
Ia juga menyampaikan larangan merendahkan dan menghina sesama dalam interaksi digital. “Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain,” ujar Hadi mengutip Surah Al-Hujurat ayat 11.
Menurutnya, budaya saling menghina, body shaming, serta membuat konten yang merendahkan orang lain bertentangan dengan akhlak Al-Qur’an. Ia menegaskan seorang mukmin wajib menjaga kehormatan saudaranya dalam setiap aktivitas bermedia sosial.
Selain menjauhi larangan, Hadi mengajak umat Islam memanfaatkan media sosial untuk dakwah dan menyebarkan kebaikan. Menurutnya, setiap konten baik yang dibagikan dan diamalkan orang lain akan menjadi pahala jariyah.
Hadi mengingatkan media sosial ibarat pisau bermata dua yang bisa digunakan untuk kebaikan atau melukai. Karena itu, ia menekankan pentingnya takwa dan kontrol diri sebelum memposting sesuatu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....