Syiar Ramadan: Terdapat Tiga Kriteria Utama Orang-Orang yang Bertakwa

  • 03 Mar 2026 18:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Bila seseorang yang sudah merasakan ketakwaan dalam dirinya, maka ia sudah mampu melindungi dirinya dari seluruh pengaruh perbuatan buruk. Hal itu disampaikan oleh Musyrif Tahfidz Yayasan Pendidikan Islam, Ustaz Khairunnasri dalam Syiar Ramadan Jelang Buka Puasa Pro 3 RRI, 3 Maret 2026.

"Apabila seseorang sudhmah merasakan takwa, sebagai individu ja tidak punya niat atau keinginan untuk melakukan hal-hal yang bersifat merusak. Baik bagi dirinya maupun orang lain dan lingkungannya," katanya.

Khairunnasri menjelaskan ketakwaan memiliki ukuran nyata dalam perilaku sehari-hari umat Islam, dan Al-Qur’an sudah memberikan parameter jelas mengenai hal itu. Menurutnya, mereka yang bertakwa tidak akan punya niat atau keinginan melakukan hal-hal yang bersifat merusak yang merugikan dirinya maupun orang lain.

Lalu, seperti apa kriteria umum atau ciri orang-orang yang bertakwa? Ustaz Khairunnasri menyebut terdapat tiga ciri. Di sini, Ia merujuk Surah Ali Imran ayat 133-134 sebagai pedoman memahami kriteria tersebut yang berbunyi:

"Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS. Ali Imran 133-134)

Jadi, ciri pertama orang bertakwa adalah gemar berinfak baik dalam kondisinya yang berkecukupan maupun tidak. Yang kedua adalah kemampuan mengendalikan amarah dalam berbagai situasi.

Yang ketiga adalah orang yang mampu memaafkan kesalahan orang lain dengan lapang dada. Menurutnya, ketiga parameter tersebut sederhana, namun memiliki dampak besar dalam kehidupan.

Ia menekankan ibadah Ramadan seharusnya bisa menghasilkan perubahan sikap nyata seseorang setelah hingga bulan suci berakhir. Maka dari itu, Ramadan menjadi sarana yang tepat untuk latihan menuju karakter ketakwaan tersebut.

"Ujung dari pengamalan puasa adalah memformat seorang yang beriman menjadi taqwa. Sebuah narasi yang terang-benderang, utuh dan terukur," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....