Ini Penyebab Puasa tidak Batal tapi Pahalanya Berkurang
- 03 Mar 2026 12:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menjalankan ibadah puasa bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tapi juga menjaga perilaku sehari-hari. Dalam ajaran Islam, ada sejumlah perbuatan yang tidak membatalkan puasa secara hukum, namun bisa mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa.
Melansir Rumaysho, ada di antara kaum muslimin yang melakukan puasa, tapi mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan haus saja. Ini sesuai dengan yang disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu:
رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ
Artinya, "Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy dalam Al Kabir)
Para ulama menjelaskan, puasa memiliki dua dimensi, yaitu sah secara fikih dan bernilai secara spiritual. Secara hukum, puasa tetap sah selama tidak melakukan hal-hal yang membatalkannya.
Apa saja hal-hal yang tidak membatalkan puasa, tapi dapat mengurangi pahala puasa? Di antaranya adalah berbohong, bergosip (Ghibah), berkata kasar, serta melakukan perbuatan maksiat lainnya.
Hal serupa yakni tentang menjaga lisan menjadi salah satu kunci utama kesempurnaan puasa. Ucapan yang menyakiti orang lain dapat mengurangi nilai ibadah meskipun puasanya tetap sah.
Pada dasarnya, puasa memang bertujuan untuk membentuk ketakwaan. Karena itu, menjaga perilaku, pandangan, dan niat menjadi bagian yang tidak bisa dilupakan dari ibadah puasa.
Jadi, puasa sejatinya adalah latihan pengendalian diri secara menyeluruh, bukan sekadar menahan kebutuhan fisik. Jika seseorang masih melakukan kebiasaan buruk, maka hikmah puasa dikhawatirkan tidak tercapai secara maksimal.
Karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk menjaga seluruh anggota tubuh selama berpuasa, mulai dari lisan, mata, hingga hati. Dengan begitu, puasa tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga bernilai penuh di sisi Allah SWT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....