Pola Tidur Berubah saat Ramadan, Praktisi Ingatkan Pentingnya Istirahat Cukup

  • 01 Mar 2026 16:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID Jakarta - Perubahan pola tidur kerap terjadi selama Ramadan karena jadwal sahur dan ibadah malam. Praktisi Kesehatan Masyarakat, dr. Ngabila Salama, mengingatkan pentingnya menjaga durasi tidur tetap ideal.

Menurut Ngabila, tubuh membutuhkan waktu istirahat minimal tujuh hingga delapan jam dalam 24 jam. Meski waktu tidur bergeser, kebutuhan tersebut tetap harus dipenuhi.

“Jadi saya sarankan tetap tidur dalam 24 jam itu minimal 7 sampai 8 jam per hari. Kalau ada orang yang kerjanya malam, tetap di siang hari harus tidur ya, jam 10 malam maksimal itu udah harus lepas handphone,” kata Ngabila dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Minggu 1 Maret 2026.

Ia menjelaskan, kurang tidur dapat menurunkan sistem imunitas tubuh dan mood seseorang. Akibatnya, seseorang lebih mudah terserang penyakit sampai gangguan kecemasan.

“Pertama itu biasanya kita jadi imunitasnya turun, jadi kita gampang terserang penyakit, terutama penyakit-penyakit menular. Kedua itu juga bisa mempengaruhi mood sampai tingkat stres, cemas dan depresi,” ujarnya.

Ia menambahkan, stres akibat kurang tidur dapat memengaruhi pola makan. Ada yang kehilangan nafsu makan, namun ada pula yang justru makan berlebihan.

Untuk mengatasi perubahan pola tidur selama Ramadan, Ngabila membagikan tiga tips sederhana. Pertama, tidur lebih awal pukul 21.00 dan bangun pukul 04.00 tanpa tidur kembali.

Kedua, tidur pukul 22.00 lalu bangun sahur dan menambah satu jam tidur setelah subuh. Ketiga, memanfaatkan waktu istirahat siang untuk power nap selama 30 hingga 60 menit.

“Nah itu bisa meningkatkan imunitas kita lagi, membuat kita malamnya juga tidurnya nyenyak. Untuk menghilangkan kantuk secara cepat dan agar malamnya kita bisa tidur dengan cepat dan berkualitas,” ucapnya.

Ia mengingatkan masyarakat untuk waspada jika mengalami insomnia berulang. Jika hanya tidur empat hingga lima jam selama beberapa hari berturut-turut, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.

“Kalau kita insomnia berturut-turut ya, misalnya 5 jam tidak bisa tidur, cuma bisa tidur 4-5 jam sebaiknya kita berkonsultasi. Apalagi jika sudah punya keluhan, seperti misalnya suka pusing, sakit kepala, mual muntah, ataupun rasa badan tidak enak,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....