Bijak Konsumsi Kurma saat Buka Puasa

  • 01 Mar 2026 16:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta: Kurma selalu menjadi menu favorit saat berbuka puasa di bulan Ramadan. Namun, masyarakat perlu bijak memilih kurma yang dikonsumsi.

Pasalnya, saat ini kurma yang dijual di pasaran tidak selalu kurma murni. Tapi ada juga kurma yang sudah dilumuri sirup gula, sehingga kadar glukosanya tinggi.

Dokter Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterohepatologi RS Abdi Waluyo, Juferdy Kurniawa, menjelaskan perbedaan kurma alami dan yang diberi gul. Ia menegaskan, kurma alami memiliki kandungan fruktosa, yang berbeda dengan sirup glukosa yang dilumurkan ke kurma.

“Iya pasti berbeda, karena kurma mengandung gula buah yang namanya fruktosa,” ujarnya saat berbincang bersama Pro3 RRI, Minggu, 1 Maret 2025. Fruktosa, lanjutnya, dimetabolisme di hati, sehingga tidak langsung menaikkan gula darah.

Menurutnya, kurma juga mengandung serat alami yang memperlambat penyerapan gula. Kenaikan gula darah pun berlangsung bertahap dan lebih terkontrol.

“Kenaikan gula darah bertahap ini akan memberi waktu insulin untuk bekerja,” kata dr. Juferdy. Dengan begitu, gula darah bisa dimanfaatkan sel dan organ secara efektif.

Sebaliknya, kurma yang dilumuri gula sirup mengandung tambahan glukosa. Zat ini secara cepat akan terserap dan memicu lonjakan gula darah.

“Kalau kurma sudah dilumuri gula, kandungan glukosanya lebih tinggi,” ujarnya. Ia mengingatkan lonjakan gula darah secara cepat, tidak memberi waktu insulin untuk mengimbangi.

Untuk membedakanya, dr. Juferdy memberikan gambarannya. “Dari sisi tampilan, kurma yang dilapisi glukosa biasanya terlihat lebih mengkilap dan lengket,” katanya.

Sementara untuk kurma normal, ia menyebut tampilannya cenderung keriput. “Rasa manis kurma yang telah dilapisi glukosa juga terasa lebih tajam,” katanya, menambahkan.

Ia mengatakn, produsen umumnya mencantumkan tambahan glukosa secara jujur pada kemasan. Maka, ia berpesan agar konsumen tetap cermat membaca label sebelum membeli.

Lantas bagaimana jika sudah terlanjur membeli kurma yang dilumuri glukosa? “Kurma (yang dilapisi glukosa) boleh dikonsumsi tapi secukupnya saja,” katanya.

“Kalau kurma alami kita bisa makan misalnya tiga buah. Maka untuk kurma yang sudah dilumuri tadi cukup satu saja,” ujarnya, melanjutkan.

Ia menekankan berbuka dengan kurma dalam jumlah sedikit, akan membantu tubuh beradaptasi. Setelah itu, ia menyarankan, makanan utama sebaiknya dikonsumsi bertahap agar tubuh tidak kaget.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....