Mengulas Sejarah Nuzulul Quran, Turunnya Wahyu Pertama Al-Qur’an

  • 01 Mar 2026 12:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Bulan Ramadan merupakan bulan penuh keberkahan dan keutamaan bagi umat Islam di seluruh dunia. Di dalamnya terdapat peristiwa agung yang menandai awal turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa tersebut dikenal sebagai Nuzulul Quran dan diperingati setiap 17 Ramadan. Malam itu diyakini sebagai awal turunnya Al-Qur’an kepada Rasulullah SAW melalui Malaikat Jibril.

Allah SWT menegaskan keistimewaan Ramadan dalam firman-Nya berikut.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِ

Artinya: "Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)." (QS. Al-Baqarah: 185)

Proses Turunnya Wahyu Pertama

Wahyu pertama turun ketika Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun. Saat itu beliau sedang beribadah dan berkhalwat di Gua Hira.

Malaikat Jibril datang dan memeluk Nabi sebanyak tiga kali. Ia kemudian menyampaikan perintah pertama dengan satu kata, "Iqra’."

Rasulullah SAW menjawab bahwa dirinya tidak dapat membaca. Malaikat Jibril lalu membacakan lima ayat pertama dari Surat Al-Alaq.

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ ﴿١﴾ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ ﴿٢﴾ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُ ﴿٣﴾ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ﴿٤﴾ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ﴿٥﴾

Artinya: "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar manusia dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al-Alaq: 1-5)

Setelah menerima wahyu tersebut, Rasulullah SAW merasakan ketakutan yang luar biasa. Beliau segera pulang dan meminta diselimuti oleh Sayyidah Khadijah RA.

Perbedaan Pendapat tentang Wahyu Pertama

Sebagian ulama berpendapat wahyu pertama adalah Surat Al-Alaq ayat 1-5. Pendapat ini didasarkan pada riwayat Sayyidah Aisyah RA yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim.

Namun terdapat riwayat lain dari Jabir bin Abdullah yang menyebut Surat Al-Muddatstsir sebagai wahyu pertama. Dalam riwayat tersebut disebutkan turunnya ayat berikut.

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ ﴿١﴾ قُمْ فَأَنْذِرْ ﴿٢﴾ وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ ﴿٣﴾

Artinya: "Wahai orang yang berselimut. Bangunlah, lalu berilah peringatan. Dan agungkanlah Tuhanmu." (QS. Al-Muddatstsir: 1-3)

Pendapat yang lebih kuat menyatakan Surat Al-Alaq adalah wahyu pertama kenabian. Sementara Surat Al-Muddatstsir menjadi wahyu awal dalam fase perintah dakwah.

Awal Dakwah Rasulullah SAW

Setelah turunnya wahyu, Rasulullah SAW memulai dakwah secara sembunyi-sembunyi. Dakwah dilakukan kepada keluarga dan sahabat terdekat pada tahap awal.

Perintah berdakwah secara terbuka turun melalui firman Allah berikut.

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ

Artinya: "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat." (QS. Asy-Syu’ara: 214)

Sejak saat itu Rasulullah SAW menyampaikan risalah Islam secara terang-terangan. Meski menghadapi penolakan keras dari kaum Quraisy, beliau tetap sabar dan teguh.

Makna dan Hikmah Nuzulul Quran

Peristiwa Nuzulul Quran menegaskan kedudukan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat manusia. Wahyu pertama yang diawali perintah membaca menunjukkan pentingnya ilmu dalam Islam.

Nuzulul Quran juga mengajarkan keteguhan dan kesabaran dalam berdakwah. Peristiwa ini menjadi momentum refleksi untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....