Tips Aman Puasa bagi Ibu Menyusui agar ASI Tetap Optimal
- 28 Feb 2026 21:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Ibu menyusui kerap diliputi kekhawatiran saat Ramadan tiba, terutama soal keamanan berpuasa terhadap produksi dan kualitas ASI. Meski demikian, secara umum puasa tetap dapat dijalankan dengan aman selama kondisi ibu dan bayi dalam keadaan sehat.
Secara medis, tubuh ibu menyusui tetap mampu memproduksi ASI meskipun tidak mendapat asupan makanan dan minuman selama beberapa jam. Penurunan asupan kalori saat puasa umumnya tidak menyebabkan perubahan signifikan pada jumlah ASI yang dihasilkan.
Dari sisi kualitas, kadar beberapa vitamin dan mineral seperti seng, magnesium, dan kalium memang bisa sedikit menurun. Namun perubahan tersebut biasanya tidak berdampak besar pada kesehatan dan pertumbuhan bayi jika kebutuhan nutrisi ibu tetap terpenuhi.
Berikut sejumlah tips aman berpuasa bagi ibu menyusui agar tetap sehat dan produksi ASI terjaga dikutip dari laman Alodokter:
| Baca juga: Jadwal Buka Puasa Jakarta 6 Maret 2026 |
Hindari aktivitas fisik berat
Ibu menyusui sebaiknya mengurangi aktivitas yang menguras energi selama berpuasa. Perbanyak waktu istirahat agar tubuh tidak mengalami kelelahan berlebihan yang dapat memicu dehidrasi.
Jangan melewatkan sahur
Sahur menjadi sumber energi utama selama berpuasa seharian. Pastikan mengonsumsi makanan bergizi seimbang agar kebutuhan kalori dan nutrisi tetap tercukupi.
Konsumsi makanan bergizi lengkap
Ibu menyusui membutuhkan protein, karbohidrat, lemak sehat, serat, serta vitamin dan mineral. Menu dapat terdiri dari sayuran, buah-buahan, ikan rendah merkuri, daging, telur, kacang-kacangan, serta susu dan olahannya.
Cukupi kebutuhan cairan
Risiko dehidrasi meningkat saat menyusui sambil berpuasa. Usahakan minum minimal dua liter air per hari, dengan pembagian saat sahur dan setelah berbuka.
Perhatikan asupan kalsium dan zat besi
Nutrisi seperti kalsium dan zat besi penting bagi kesehatan ibu dan kualitas ASI. Jika perlu, konsultasikan dengan dokter mengenai tambahan suplemen selama Ramadan.
Kenali tanda tubuh perlu istirahat
Segera hentikan puasa jika mengalami lemas berlebihan, pusing, demam, urin berwarna pekat, atau rasa haus ekstrem. Kesehatan ibu dan bayi tetap menjadi prioritas utama dibandingkan menjalankan puasa.
Menyusui saat puasa pada dasarnya diperbolehkan selama kondisi fisik memungkinkan. Jika ibu memiliki riwayat penyakit tertentu atau bayi masih berusia sangat kecil, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum memutuskan berpuasa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....