Kenali Tanda Dehidrasi saat Ramadan

  • 23 Feb 2026 17:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Puasa selama Ramadan membuat tubuh tidak menerima asupan cairan sepanjang siang, sehingga risiko dehidrasi meningkat. Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang dikonsumsi, memengaruhi fungsi organ dan energi.

Salah satu tanda awal dehidrasi adalah rasa haus yang berlebihan, meski seringkali muncul setelah tubuh mulai kekurangan cairan. Mulut dan bibir kering juga menjadi indikator penting bahwa tubuh memerlukan air segera.

Selain itu, warna urine yang gelap menandakan cairan tubuh berkurang. Pusing atau sakit kepala saat beraktivitas juga bisa menjadi tanda tubuh kekurangan cairan.

Tubuh yang lemas, mudah lelah, dan sulit berkonsentrasi seringkali terkait dengan dehidrasi ringan. Mata terasa kering atau lelah, serta kulit yang kehilangan elastisitas, juga bisa muncul saat cairan tubuh menipis.

Dehidrasi berat dapat memicu detak jantung cepat, tekanan darah turun, hingga pingsan. Untuk mencegah kondisi ini, pastikan minum cukup air antara berbuka dan sahur, serta konsumsi makanan yang kaya cairan.

Ahli kesehatan menyarankan untuk membagi minum secara bertahap. Bukan sekaligus banyak, agar tubuh dapat menyerapnya lebih optimal.

Menghindari minuman berkafein berlebihan juga membantu mencegah dehidrasi. Dengan mengenali tanda-tanda ini, puasa dapat tetap aman dan tubuh tetap sehat selama Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....