Sahur dengan Air Putih Saja, Bagaimana Pandangan Islam dan Kesehatan?
- 23 Feb 2026 13:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Sahur sangat dianjurkan saat menjalankan ibadah puasa Ramadan karena menjadi bekal energi sebelum menahan lapar dan haus seharian. Namun, tidak sedikit orang yang hanya sempat minum air putih tanpa makan karena kesiangan atau tidak berselera.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan, apakah sahur dengan air putih saja diperbolehkan dan bagaimana dampaknya bagi tubuh? Isu ini penting dibahas agar umat Islam tetap memahami tuntunan syariat sekaligus menjaga kesehatan selama berpuasa.
Baik dari sisi agama maupun medis, sahur memiliki peran signifikan dalam menunjang kelancaran ibadah puasa. Karena itu, memahami batasan kebolehan serta konsekuensi kesehatannya menjadi bekal penting bagi masyarakat.
Pandangan Islam tentang Sahur dengan Air Putih
Dalam ajaran Islam, sahur bukanlah rukun atau syarat sah puasa sehingga meninggalkannya tidak membatalkan ibadah puasa. Meski demikian, sahur sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan.
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
تَسَخَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً
Artinya: Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan (HR Bukhari no 1923 dan Muslim no 1095)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa sahur memiliki nilai spiritual yang besar . Karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk tidak meninggalkan sahur meskipun hanya sedikit.
Terkait sahur hanya dengan air putih, terdapat hadis yang menyebutkan anjuran bersahur walaupun hanya dengan seteguk air. Dalam riwayat disebutkan bahwa minum air pun sudah termasuk dalam kategori sahur.
| Baca juga: Simak Jadwal Imsak DKI Jakarta 8 Maret 2026 |
تَسَخَّرُوا وَلَوْ بِجَرْعَةٍ مِنْ مَاءٍ
Artinya: Bersahurlah kalian walaupun dengan seteguk air. (HR Abu Ya'la no 3340)
Secara syariat, sahur dengan air putih saja diperbolehkan dan tetap mendapatkan keutamaan sahur. Namun yang lebih utama adalah mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.
Misalnya dengan mengonsumsi makanan, seperti kurma atau makanan bergizi lainnya. Hal itu serta merta agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih optimal.
Sahur dengan Air Putih Menurut Kesehatan
Dari sisi kesehatan, sahur berfungsi sebagai waktu pengisian energi sebelum tubuh berpuasa selama kurang lebih 12–14 jam. Jika seseorang hanya minum air putih, tubuh tidak memperoleh zat penting lain yang dibutuhkan sebagai sumber energi.
Air putih memang penting untuk menjaga hidrasi dan mencegah dehidrasi selama puasa. Namun tanpa makanan, kadar gula darah bisa lebih cepat turun sehingga berisiko menyebabkan lemas, pusing dan sulit konsentrasi.
Selain itu, melewatkan asupan nutrisi saat sahur juga dapat memengaruhi daya tahan tubuh. Dalam jangka pendek, kondisi ini bisa membuat seseorang lebih mudah merasa lapar dan kurang produktif.
Dikutip dari laman Klik Sehat, para ahli gizi menganjurkan sahur dengan komposisi gizi seimbang. Gizi tersebut diperoleh dari karbohidrat kompleks, protein, serat, vitamin, dan mineral.
Air putih tetap diperlukan sekitar dua liter per hari yang dikonsumsi bertahap antara waktu berbuka hingga sahur. Bukan diminum berlebihan sekaligus saat sahur.
Sahur dengan air putih saja diperbolehkan menurut Islam dan tetap sah secara hukum puasa. Tetapi dari sisi kesehatan kurang ideal karena tidak memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi tubuh.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan tetap mengonsumsi makanan bergizi saat sahur. Hal ini agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan lancar dan kondisi tubuh tetap prima.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....