Tidur setelah Sahur, Perhatikan Posisi agar Tak Ganggu Kesehatan
- 21 Feb 2026 07:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Tidur setelah sahur menjadi kebiasaan yang sulit dihindari saat Ramadan. Rasa kantuk kerap muncul karena waktu tidur malam yang berkurang atau kondisi perut yang terlalu kenyang setelah makan.
Meski demikian, kebiasaan langsung berbaring usai sahur perlu diperhatikan dari sisi kesehatan. Posisi tubuh setelah makan berpengaruh terhadap kerja sistem pencernaan, terutama lambung.
Sebagian orang memilih langsung rebahan, sementara yang lain mencoba beristirahat dengan posisi setengah duduk. Pilihan ini biasanya dilakukan untuk mencegah naiknya asam lambung ke kerongkongan atau refluks.
Menurut pakar pencernaan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ari Fahrial Syam, beristirahat setelah sahur diperbolehkan selama posisi tubuh diperhatikan. Ia menyarankan posisi setengah duduk dengan punggung disangga bantal agar lambung tetap berada di bawah dan mengurangi risiko refluks.
Namun, para dokter mengingatkan agar tidak langsung tertidur setelah makan. Memberi jeda sekitar dua jam sebelum benar-benar tidur dinilai penting agar proses pencernaan berjalan optimal dan risiko gangguan lambung dapat ditekan.
Mengapa Tidak Boleh Langsung Tidur Setelah Sahur?
Tidur dalam posisi datar segera setelah makan dapat memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan. Kondisi ini dikenal sebagai Gastroesophageal reflux disease atau GERD, yang ditandai sensasi terbakar di dada, mual, hingga muntah.
Risiko tersebut meningkat bila makanan sahur mengandung banyak lemak, pedas, atau asam. Produksi asam lambung menjadi lebih tinggi sehingga potensi gangguan pencernaan semakin besar.
Simak posisi Istirahat yang disarankan setelah sahur:
| Baca juga: Cara Mengatasi Maag Kambuh saat Puasa |
- Posisi setengah duduk (semi-reclining), yaitu punggung disangga bantal dengan sudut sekitar 30–45 derajat. Posisi ini membantu menjaga lambung tetap berada di bawah sehingga asam lambung tidak mudah naik.
- Hindari langsung rebahan telentang, seperti berbaring datar setelah makan. Keadaan ini akan memudahkan isi lambung berbalik ke kerongkongan, terutama jika perut dalam kondisi penuh.
- Berikan jeda waktu sekitar 2 jam sebelum tidur penuh. Waktu ini dibutuhkan agar lambung mencerna makanan dengan baik sebelum tubuh memasuki fase tidur yang memperlambat metabolisme.
- Gunakan bantal tambahan bila harus berbaring. Jika terpaksa berbaring, tinggikan bagian kepala dan dada agar tidak sejajar dengan perut.
Ada beberapa tips yang dapat dilakukan agar tidak mengantuk setelah sahur. Berikut tipsnya di kutip dari laman Klik Dokter:
- Konsumsi makanan dalam porsi wajar, tidak berlebihan.
- Pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau roti gandum.
- Hindari makanan terlalu berlemak, pedas, atau asam.
- Batasi konsumsi kafein saat sahur.
- Lakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki 10–15 menit setelah makan.
Tidur setelah sahur memang terasa menggoda, terutama saat waktu istirahat malam terbatas. Namun, memperhatikan posisi tubuh dan memberi jeda sebelum tidur sangat penting untuk menjaga kesehatan lambung.
Beristirahat dengan posisi setengah duduk diperbolehkan, tetapi sebaiknya tidak sampai terlelap. Dengan kebiasaan yang lebih bijak, puasa tetap lancar tanpa mengorbankan kesehatan pencernaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....