Simak Tata Cara Salat Tarawih, Lengkap dengan Niat dan Jumlah Rakaat
- 18 Feb 2026 09:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, termasuk melaksanakan sholat Tarawih pada bulan Ramadan. Ibadah sunah ini menjadi amalan khas Ramadan dan dikerjakan setelah salat Isya, baik berjemaah maupun sendiri.
Salat Tarawih memiliki keutamaan besar, di antaranya pengampunan dosa bagi yang menjalankannya dengan penuh iman dan mengharap ridha Allah SWT. Karena itu, setiap muslim sebaiknya memahami tata caranya agar ibadah yang dilakukan sesuai tuntunan dan bernilai maksimal.
Waktu Salat Tarawih
Ibadah ini dilakukan pada malam hari dibulan Ramadan, dilaksanakan setelah salat Isya hingga sebelum terbut fajar atau waktu Subuh. Sebelum memulai tarawih dianjurkan untuk mengejarkakan salat sunah Ba'daiyyah Isyah terlebih dahulu sebagai pelengkap ibadah.
Sebagian besar umat Islam memilih mengerjakannya tidak lama setelah Isya, terutama saat dilakukan berjamaah di masjid. Pelaksanaan di awal malam dianggap lebih utama dan memudahkan kebersamaan dalam beribadah.
Niat Sholat Tarawih
Sholat Tarawih dapat dikerjakan sendiri (munfarid) maupun secara berjamaah, baik di masjid maupun di rumah. Mengutip buku Panduan Sholat Lengkap (Wajib & Sunah) karya Saiful Hadi El Sutha, berikut bacaan niatnya.
- Niat Sholat Tarawih Sendiri:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab latin: Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati lillahi taʼâlâ.
Artinya: "Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Taala."
- Niat Sholat Tarawih Berjamaah sebagai Imam:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
Arab latin: Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati imâman lillâhi taâlâ.
Artinya: "Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam, karena Allah Taala."
- Niat Sholat Tarawih Berjamaah sebagai Makmum
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
Arab latin: Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati maʻmûman lillâhi taâlâ.
Artinya: "Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum, karena Allah Taala."
Jumlah Rakaat Tarawih
Dalam buku Fiqh Praktis karya Muhammad Bagir dijelaskan adanya perbedaan pendapat tentang jumlah rakaat Tarawih. Sebagian ulama berpendapat delapan rakaat ditambah tiga rakaat Witir, mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW.
Riwayat Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA menyebutkan Nabi SAW tidak pernah melaksanakan salat malam lebih dari 11 rakaat. Baik saat dibulan Ramadan maupun di luar bulan Ramadan.
Pendapat lain menyatakan Tarawih dikerjakan 20 rakaat, kemudian ditambah tiga rakaat Witir. Pandangan ini merujuk pada riwayat Tirmidzi tentang praktik pada masa Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.
Mayoritas ulama fikih dari mazhab Hanafiyah, Hanbaliyah, dan Syafi’iyah juga mengikuti pendapat 20 rakaat tersebut. Baik 8 maupun 20 rakaat, keduanya memiliki dasar riwayat yang kuat.
Umat Islam dapat memilih salah satunya atau mengikuti kebiasaan yang berlaku di masjid masing-masing. Terpenting pelaksanaan dan tata caranya dikerjakan dengan penuh ikhlas dan mengikuti tuntunan syariat.
Tata Cara Sholat Tarawih
Dalam buku Shalat Sunnah: Hikmah dan Tuntunan Praktis karya Nasrul Umam Syafi'i dan Lukman Hakim dijelaskan bahwa Tarawih dikerjakan dua rakaat satu salam. Meski jumlah rakaatnya banyak, pelaksanaannya tetap seperti salat sunnah pada umumnya.
Berikut tata caranya:
- Mengawali dengan niat di dalam hati.
- Melakukan takbiratul ihram dengan mengucap “Allahu Akbar”.
- Membaca Surat Al-Fatihah.
- Membaca surat atau ayat lain dari Al-Qur’an.
- Rukuk dengan tuma’ninah sambil membaca doa rukuk.
- I’tidal dengan tuma’ninah dan membaca doa.
- Sujud pertama dengan tuma’ninah sambil membaca doa sujud.
- Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah dan membaca doa.
- Sujud kedua dengan tuma’ninah serta membaca doa.
- Berdiri kembali untuk rakaat kedua.
- Pada rakaat kedua, melakukan gerakan yang sama hingga sujud kedua.
- Duduk tasyahud akhir dan membaca doa tasyahud.
- Mengakhiri dengan salam ke kanan dan kiri sambil membaca doa salam.
- Mengulangi rangkaian tersebut hingga mencapai delapan atau 20 rakaat.
Penutup dengan Salat Witir
Rangkaian ibadah malam sebaiknya ditutup dengan salat Witir. Salat dengan jumlah rakaat ganjil ini menjadi penutup sekaligus penyempurna ibadah malam yang telah dikerjakan.
Mengawali Ramadan dengan salat Tarawih dapat menjadi pemantik semangat spiritual untuk menjalani puasa selama sebulan penuh. Pastikan kondisi tubuh tetap prima dan niat terjaga tulus, agar setiap rakaat bernilai pahala berlipat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....