Perbedaan Durasi Puasa Dunia, Indonesia Termasuk yang Pendek
- 10 Feb 2026 16:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta — Umat Muslim di seluruh dunia akan segera menyambut bulan suci Ramadan pada bulan Februari ini. Saat berpuasa, umat Muslim akan menahan lapar dan dahaga selama beberapa jam hingga diperbolehkan untuk berbuka pada waktu magrib.
Durasi berpuasa di negara-negara berbeda-beda, ada yang memiliki durasi puasa panjang dan juga yang pendek. Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki durasi puasa pendek di dunia.
Perbedaan durasi puasa antarnegara dipengaruhi oleh kondisi geografis, khususnya letak wilayah terhadap garis khatulistiwa dan pembagian belahan bumi. Negara-negara yang berada di belahan bumi selatan cenderung memiliki waktu siang yang lebih singkat, sehingga durasi puasa juga lebih pendek.
Sebaliknya, wilayah di belahan bumi utara umumnya mengalami waktu siang yang lebih panjang. Hal tersebut berdampak pada durasi puasa yang lebih lama.
Selain di Indonesia, umat Muslim di Brasil, Zimbabwe, dan Pakistan menjalani puasa sekitar 12 hingga 13 jam per hari. Sementara itu, di Cape Town dan Johannesburg, Afrika Selatan, durasi puasa bahkan lebih pendek, yakni sekitar 11 hingga 12 jam.
Selain itu, Montevideo di Uruguai mencatat durasi puasa sekitar 11 hingga 12 jam. Buenos Aires di Argentina memiliki durasi puasa sekitar 12 jam, serta Christchurch di Selandia Baru sekitar 12 jam.
Di kawasan Asia dan Timur Tengah, Dubai di Uni Emirat Arab dan Madinah di Arab Saudi memiliki durasi puasa sekitar 13 jam. Sementara itu, New Delhi di India dan Jakarta di Indonesia menjalani puasa sekitar 12,5 jam.
Beberapa kota besar di belahan bumi utara seperti New York di Amerika Serikat dan Istanbul di Turkiye juga memiliki durasi puasa sekitar 13 jam. Meski durasi puasa berbeda-beda, umat Muslim di seluruh dunia tetap menjalankan ibadah puasa sesuai waktu yang ditentukan berdasarkan peredaran matahari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....