Puasa Lancar Tanpa Dehidrasi? Gunakan Pola Minum 2-4-2!

  • 03 Mar 2025 21:06 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Puasa di bulan Ramadan menjadi tantangan tersendiri bagi tubuh, terutama dalam menjaga keseimbangan cairan. Kekurangan cairan dapat menyebabkan tubuh terasa lemas, pusing, dan bahkan dehidrasi yang berisiko bagi kesehatan. Oleh karena itu, pola minum yang tepat sangat penting agar tubuh tetap terhidrasi dan puasa tetap lancar. Salah satu metode yang direkomendasikan oleh para ahli adalah pola minum 2-4-2, yang mengatur asupan cairan sejak berbuka hingga sahur.

Pola minum 2-4-2 mengacu pada konsumsi dua gelas air saat berbuka, empat gelas di antara waktu berbuka hingga sebelum tidur, dan dua gelas saat sahur. Menurut dr. Diana Suganda, SpGK, seorang dokter spesialis gizi klinik, "Pola minum ini membantu tubuh mendapatkan cairan secara bertahap, sehingga tubuh tetap terhidrasi tanpa memberikan beban berlebih pada ginjal sekaligus menghindari rasa kembung." Dengan pola ini, tubuh memiliki kesempatan untuk menyerap cairan secara optimal tanpa menyebabkan gangguan pencernaan.

Selain air putih, hidrasi juga bisa diperoleh dari sumber lain, seperti buah-buahan yang tinggi kandungan air, sup hangat, atau jus tanpa tambahan gula. Prof. Hardinsyah, Guru Besar Ilmu Gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), menyarankan agar dalam pola minum 2-4-2, konsumsi cairan tetap bervariasi. "Menambahkan buah seperti semangka atau melon di waktu berbuka bisa menjadi pilihan baik karena selain memberi cairan, juga mengandung elektrolit alami yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh," ujarnya.

Namun, ada beberapa minuman yang sebaiknya dihindari saat berbuka dan sahur. Minuman berkafein seperti kopi dan teh dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil, yang justru membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan. Selain itu, minuman manis berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah secara drastis, yang berpotensi menyebabkan rasa lemas setelahnya.

Disiplin dalam menerapkan pola minum 2-4-2 perlu diiringi dengan kesadaran akan tanda-tanda dehidrasi. Jika tubuh mulai menunjukkan gejala seperti mulut kering, urine berwarna pekat, atau merasa sangat lemas, segera tambahkan asupan cairan dalam batas yang wajar. Selain itu, menjaga pola makan sehat dengan memperbanyak makanan berserat juga membantu tubuh mempertahankan kadar cairan lebih lama.

Dengan menerapkan pola minum 2-4-2, diharapkan puasa tetap berjalan lancar tanpa risiko dehidrasi. Kombinasi antara pola minum yang tepat, asupan makanan sehat, serta menghindari minuman yang dapat menyebabkan dehidrasi akan membuat tubuh tetap segar dan bugar selama menjalankan ibadah puasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....