Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat selama Ramadan
- 24 Feb 2026 13:14 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Bulan Ramadan membawa perubahan signifikan dalam pola konsumsi masyarakat Indonesia. Perubahan ini tidak hanya terlihat pada jenis makanan yang dibeli, tetapi juga waktu dan cara berbelanja.
Selama Ramadan, konsumsi cenderung terkonsentrasi pada waktu menjelang berbuka puasa dan sahur. Masyarakat lebih banyak membeli makanan siap saji, takjil, serta bahan pokok untuk kebutuhan berbuka bersama keluarga.
Pasar tradisional dan pusat jajanan Ramadan biasanya mengalami peningkatan aktivitas pada sore hari. Pedagang musiman pun bermunculan untuk memenuhi lonjakan permintaan masyarakat terhadap makanan berbuka.
Selain makanan, konsumsi produk pendukung ibadah seperti perlengkapan salat dan busana muslim juga meningkat. Tren ini menunjukkan bahwa Ramadan turut memengaruhi prioritas belanja rumah tangga.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pola pengeluaran rumah tangga selama Ramadan cenderung meningkat terutama pada kelompok makanan dan minuman jadi, yang mencerminkan adanya lonjakan konsumsi musiman. Kondisi ini menjadi indikator bahwa Ramadan memiliki dampak ekonomi yang terukur terhadap struktur pengeluaran masyarakat.
Di sisi lain, perubahan pola tidur dan aktivitas harian juga memengaruhi waktu belanja. Transaksi digital dan belanja daring pada malam hari mengalami peningkatan seiring pergeseran waktu aktif masyarakat.
Meski terjadi peningkatan konsumsi, sebagian keluarga mulai menerapkan pola belanja yang lebih terencana untuk menghindari pemborosan. Edukasi tentang pengelolaan keuangan selama Ramadan pun semakin relevan di tengah dinamika tersebut.
Dengan demikian, Ramadan bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga periode perubahan perilaku konsumsi masyarakat. Fenomena ini mencerminkan dinamika sosial dan ekonomi yang khas setiap tahunnya di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....