Kampoeng Kepiting, Wisata dan Kulineran di Kawasan Mangrove

  • 21 Sep 2024 16:12 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Cilacap : Kampoeng Kepiting yang berada di Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah Kabupaten Cilacap, menjadi alternatif bagi pengunjung untuk menikmati sejuknya udara dari kawasan hutang mangrove yang berada di segara anakan Cilacap.

Di Kampoeng Kepiting ini wisatawan juga bisa menikmati berbagai jenis olahan makanan hasil laut, seperti udang, lobster, cumi, kepiting, kakap bakar dan yang spesial berupa kepiting tulang lunak.

Anggota Kelompok Kampoeng Kepiting Wari mengatakan, pada awalnya kawasan seluas 1 hektar, yang berada di hutan mangrove ini merupakan tambak udang dan kepiting. Selanjutnya sejumlah orang termasuk dirinya pada 2019 membangun menjadi kawasan wisata dan tempat makan.

Letaknya yang tidak jauh dari Kilang Pertamina Internasional RU 4 Cilacap, sehingga perusahaan energi ini juga ikut terlibat pembangunan fasilitas. Sejak 2022 Kilang Pertamina membangun sejumlah fasilitas wisata, termasuk adanya pembangkit listrik tenaga surya ( PLTS) berkekuatan 6000 watt peak hour.

Dari PLTS ini menurut Wari, semua kebutuhan listrik di Kampoeng Kepiting dicukupi. Seperti untuk penerangan, freezer hingga menggerakan atau menghasilkan oksigen untuk budidaya kepiting tulang lunak.

“ Jadi kami mendapatkan dukungan mulai dari pelatihan, hingga bantuan seperti adanya PLTS oleh Pertamina. Hal ini menjadikan kami bisa menghemat pengeluaran untuk listrik setiap bulan nya Rp1,2 juta,” kata Wari di Cilacap Sabtu ( 21/9/2024).

Salah satu wisatawan yang datang asal Tangerang bernama Wahid mengatakan, setiap dirinya datang ke Cilacap menyempatkan diri untuk ke Kampoeng Kepiting untuk memancing ikan di kolam yang ada di tempat wisata ini. Selain bisa langsung dimasak, juga bisa dibawa pulang.

“ Saya setiap kali ke Cilacap menengok cucu, pasti datang ke sini. Saya paling suka mancing, sambil refreshing suasana juga sepi. Kalau beruntung yah dapat ikan kakap,” kata Wahid.

Di Kampoeng Kepiting terdapat sejumlah tempat wisata, mulai dari susur hutan mangrove, memancing, melihat dan belajar budidaya kepiting tulang lunak. Atau hanya sekedar duduk, duduk di sejumlah saung yang ada. Saat ini pengunjung belum dikenakan tarif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....