Termasuk Bisik Serayu Festival, 3 Event Budaya Banyumas Diusulkan Masuk KEN

  • 01 Sep 2026 16:30 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Bisik Serayu Festival diusulkan masuk Karisma Event Nusantara (KEN). estival yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ketiga tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai event pariwisata berskala nasional.

Founder Bisik Serayu Festival, Rianto, mengusulkannya karena festival ini menumbuhkan ekosistem masyarakat di sepanjang Sungai Serayu. Kawasan tersebut, menurutnya, memiliki nilai heritage besar, baik untuk pariwisata maupun kebudayaan.

“Dengan adanya support dari beberapa pihak, karena ini juga sebagai pariwisata dan ekosistem bagi masyarakat, kita menumbuhkan wilayah-wilayah di sungai sebagai heritage yang sangat luar biasa. Kemudian juga pariwisata di bidang kesuagaian ataupun dengan kebudayaan,” ucap Rianto.

Rianto menambahkan, festival tersebut juga menjadi ruang untuk mengangkat UMKM dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar Sungai Serayu. Menurutnya, pengembangan budaya dan pariwisata dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat.

“Budaya dan pariwisata tidak pernah ditinggalkan atau tidak bisa dipisahkan, karena memang ini akan mendongkrak perekonomian yang ada di wilayah sekitar acara seperti ini,” tutur maestro lengger lanang tersebut.

Selain Bisik Serayu Festival, Rianto turut mengajukan dua event budaya lain dari Banyumas ke Karisma Event Nusantara, yaitu Banyumas Ngibing dan Lengger Bicara.

Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah, mengatakan Bisik Serayu Festival memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi event nasional dan masuk dalam kalender KEN.

Ia menilai konsep festival yang telah berjalan selama tiga tahun menunjukkan perkembangan dan masih dapat terus diperbaiki, termasuk dari sisi rangkaian acara dan konsep kegiatan.

"Perbaikan-perbaikan konsep ini akan kita upayakan untuk bisa lebih bagus lagi, sehingga ketika kita menyampaikan kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pariwisata, itu menjadi bagian dari salah satu KEN," ujarnya.

Siti menambahkan, pengembangan festival juga perlu tetap menempatkan Sungai Serayu sebagai identitas utama Bisik Serayu. Menurutnya, daya tarik Sungai Serayu telah menarik perhatian pengunjung dari luar negeri.

Ia berharap, potensi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga Bisik Serayu Festival dapat dikenal lebih luas, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.

“Teman-teman bahkan seperti dari Jepang dan beberapa negara juga sudah menjadi bagian dari yang mereka menikmati dan rutin datang kesini. Kita harapkan bisa kita internasionalkan dan masuk dalam KEN, sehingga event kalender nasional, bahkan internasional, salah satunya adalah bisik serayu dari Kaliori, Kecamatan Kalibanggor, Kabupaten Banyumas,” ucap Erma – sapaan akrab Siti Mukaromah.

Sementara itu, salah seorang penonton, Aprilia Intan Saputri, mendukung rencana Bisik Serayu Festival masuk KEN. Mahasiswi jurusan Sastra Indonesia Universitas Jenderal Soedirman itu berharap, festival tersebut dapat menarik lebih banyak masyarakat dan mendorong generasi muda untuk lebih mengenal dan peduli terhadap budaya lokal.

“Harapannya banyak masyarakat yang lebih antusias untuk menghadiri, terus bisa untuk para pemuda seperti saya, kalangan mahasiswa, bisa lebih peduli tentang budaya di sekitar kita,” ujarnya.

Adapun Bisik Serayu Festival sudah digelar sejak 2024 di Joglo Gayatri, Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor. Tahun ini, Bisik Serayu Festival 2026 dilangsungkan pada 29-30 Agustus. Selain pertunjukan seni budaya lokal hingga mancanegara, even ini juga dimeriahkan dengan diskusi dan workshop, serta bazar UMKM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....