Surga Tersembunyi: Keindahan Curug Kedung Siung dan Surupan
- 14 Agt 2026 18:15 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga - Di balik rimbunnya pepohonan Desa Serayu Larangan Purbalingga, suara pompa air dan derasnya aliran curug menjadi penanda bahwa ada sumber kehidupan sekaligus pesona alam yang masih terjaga. Bebatuan, udara sejuk, dan hijaunya pepohonan membuat kawasan ini terasa tenang, sementara beberapa sudutnya menarik untuk dijadikan latar foto. Tempat itu adalah Curug Kedung Siung dan Surupan di Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga.
Curug yang berada di RT 02 RW 01 Desa Serayu Larangan ini sebenarnya bukan tempat baru bagi warga setempat. Jauh sebelum dikenal sebagai tempat wisata, kawasan tersebut sudah dimanfaatkan warga untuk mengambil air bagi kebutuhan sehari-hari. Pompa air yang masih digunakan hingga kini menjadi salah satu bagian dari aktivitas warga di sekitar curug.
Sementara di sekelilingnya, kondisi alam masih tampak apa adanya. Bebatuan, pepohonan, dan aliran air menjadi pemandangan yang membuat kawasan ini terasa asri. Suasana seperti inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan pengunjung datang untuk sekadar menikmati alam, melepas penat, atau mengabadikan momen.
Tak hanya menyimpan keindahan alam, Curug Kedung Siung dan Surupan juga memiliki cerita di balik namanya. Pengelola curug, Japra, menjelaskan, nama Kedung Siung berkaitan dengan burung jalak siung yang dahulu sering terlihat mencari makanan berupa udang dan ikan kecil di sekitar curug.
“Orang tua, kakek moyang kita ngomongnya Curug Kedung Siung, tempat burung itu nyari makan,” ujar Japra, saat ditemui RRI, Jumat (14/08/2026).
Sementara nama Surupan berasal dari bentuk bebatuan di bagian atas kawasan curug. Terdapat rongga seperti langit-langit batu yang membuat orang harus sedikit menunduk ketika melewatinya. Kondisi tersebut oleh masyarakat setempat disebut “nyurup”, yang kemudian menjadi Surupan.
Meski sudah lama menjadi bagian dari kehidupan warga, Curug Kedung Siung dan Surupan baru dibuka sebagai objek wisata pada 4 Juli 2025. Japra mengatakan, awal mula kawasan ini dikenal lebih luas setelah seorang konten kreator datang dan membuat ramai di sosial media, sehingga mendorong warga untuk mengembangkan curug sebagai tempat wisata.
“Dulu itu tempat pengambilan air buat warga. Setiap harinya ya ngambilnya dari situ. Cuma lama-kelamaan ada konten kreator yang datang. Dari situ awal-awalnya dibuka untuk wisata,” katanya.
Sejak awal dibuka, daya tarik curug mulai dirasakan oleh pengunjung dari berbagai daerah. Salah satunya Lusi yang datang bersama suaminya, wisatawan manca negara. Ia mengaku telah mengunjungi sejumlah curug di wilayah Banyumas dan sekitarnya, tetapi memiliki kesan berbeda ketika berada di Curug Kedung Siung dan Surupan.
“Kalau sini bagus. Soalnya vibenya lebih bagus dari curug lain. Terus, sini nggak pernah berhenti airnya meski kemarau,” ungkap Lusi.
Menurut Lusi, suasana alami menjadi salah satu hal yang membuat kawasan tersebut menarik. Selain menikmati aliran air dan lingkungan sekitar, ia juga menemukan banyak sudut yang menarik untuk mengabadikan momen.
Kedatangan pengunjung yang semakin ramai, terutama saat akhir pekan dan masa liburan, turut memberikan manfaat bagi warga sekitar. Pengelolaan curug dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat setempat, termasuk membuka warung untuk memenuhi kebutuhan pengunjung.
Salah seorang pedagang sekitar mengatakan, keberadaan curug memberikan kesempatan bagi sejumlah warga untuk memperoleh penghasilan dari berjualan. Salah satunya warga yang sebelumnya lebih banyak beraktivitas di rumah dan kini ikut membuka warung di kawasan wisata.
Hasil dari pengelolaan parkir dan warung juga digunakan kembali untuk mengembangkan fasilitas wisata. Warga secara bertahap membangun musala, kamar ganti dan toilet agar pengunjung semakin nyaman.
Japra berharap Curug Kedung Siung dan Surupan dapat terus ramai dikunjungi tanpa kehilangan suasana alaminya. Ia juga berharap keberadaan wisata ini dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.
“Ya mudah-mudahan ramai terus kayak sekarang. Biar orang sini nyari kerjanya gampang. Ada lapangan kerja. Kita jadi nggak mencari ke kota sana,” ujar Japra.
Dari tempat mengambil air bagi warga hingga menjadi tujuan wisata, Curug Kedung Siung dan Surupan kini mulai dikenal sebagai salah satu potensi wisata alam di Purbalingga. Keindahan yang masih alami, cerita di balik namanya, serta pengalaman pengunjung menjadi daya tarik yang membuat kawasan ini layak untuk dikenalkan lebih luas. (Fauziyah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....