Wisata Pereng Cilongok Dorong Regenerasi Petani Gula Kelapa melalui Edukasi

  • 11 Agt 2026 15:13 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Wisata Pereng di Desa Cilongok, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, tidak hanya menawarkan rekreasi bagi pengunjung. Destinasi wisata yang berdiri sejak 2017 tersebut dikembangkan sebagai wisata edukasi gula kelapa untuk mengenalkan proses produksi sekaligus mendorong regenerasi petani gula kelapa atau tukang deres.

Pemilik Wisata Pereng, Haji Muslihun, mengatakan gagasan mendirikan tempat wisata tersebut berangkat dari keprihatinannya terhadap keberlanjutan profesi petani gula kelapa. Ia sendiri merupakan anak dari petani gula kelapa sehingga memahami proses dan tantangan yang dihadapi para penderes.

"Intinya untuk edukasi kelapa. Saya juga butuh regenerasi untuk petani gula kelapa," ujar Muslihun kepada RRI, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, edukasi gula kelapa menjadi program utama yang dikenalkan kepada pengunjung. Pesertanya tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga pelajar mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Bahkan, wisata edukasi tersebut telah dikunjungi rombongan dari luar negeri, termasuk Taiwan.

Muslihun menjelaskan, tanaman kelapa yang digunakan dalam edukasi di Wisata Pereng merupakan jenis Genjah Nias. Pengunjung dapat memperoleh pengetahuan mengenai komoditas kelapa dan kaitannya dengan produksi gula kelapa yang menjadi salah satu aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Lahan Wisata Pereng memiliki luas sekitar 6 hingga 6,5 hektare dan merupakan lahan milik pribadi. Nama Pereng diambil dari kondisi geografis lokasi yang berada di kawasan perbukitan dengan kontur tanah yang miring.

Untuk mendukung kegiatan wisata, pengelola juga mengembangkan berbagai fasilitas dan paket edukasi. Selain edukasi gula kelapa, tersedia paket outbound, camping, manasik haji, kolam renang, kolam pancing, bebek air, becak mini, hingga kegiatan pertanian dan peternakan.

Pengelola mematok tiket reguler sebesar Rp20 ribu per orang. Khusus rombongan anak sekolah, tersedia potongan harga hingga 50 persen. Sementara untuk kegiatan kelompok, pengelola menyediakan paket yang mencakup makan, minum, serta penggunaan sejumlah fasilitas.

Muslihun mengatakan kunjungan pelajar relatif berlangsung sepanjang tahun karena kegiatan edukasi tidak bergantung pada musim liburan. Sementara wisatawan umum lebih banyak datang pada akhir pekan dan hari libur nasional.

Untuk memperluas jangkauan informasi, pengelola memanfaatkan sejumlah media sosial seperti TikTok, YouTube, Instagram, dan Facebook.

Di sisi lain, pengelola juga menghadapi tantangan ketersediaan air, terutama saat musim kemarau. Muslihun mengatakan sumber air di kawasan wisata dapat mengalami kekurangan ketika debit sungai menurun. Untuk memenuhi kebutuhan, pengelola memanfaatkan mata air dan tiga embung yang berada di kawasan tersebut.

Muslihun berharap keberadaan Wisata Pereng tidak hanya menjadi tempat rekreasi. Ia mengajak generasi muda untuk melihat wisata tersebut sebagai ruang belajar, khususnya mengenai potensi ekonomi dari komoditas kelapa dan gula kelapa.

"Berkunjung di Wisata Pereng bukan hanya berkunjung tentang wisata. Tapi di sini banyak ilmu yang digali, tentang ekonomi," kata Muslihun.

Keberadaan wisata edukasi tersebut diharapkan dapat memperkenalkan profesi petani gula kelapa kepada generasi muda. Edukasi sejak usia sekolah menjadi salah satu cara untuk mengenalkan proses produksi gula kelapa sekaligus menumbuhkan minat generasi penerus terhadap komoditas yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat Banyumas. (Ilham Falih Qushoyyi).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....