Purbalingga 2026 : Kolaborasi Alam, Budaya, dan Inovasi Lokal

  • 26 Apr 2026 09:48 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga - Kabupaten Purbalingga terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah dengan mengandalkan kolaborasi antara pesona alam, kekayaan budaya, dan potensi ekonomi lokal. Melalui peran aktif duta wisata Kakang Mbekayu, pemerintah daerah mulai gencar mengoptimalkan strategi pemasaran digital guna menjangkau wisatawan mancanegara dan generasi Z di tahun 2026.

Kakang Purbalingga 2025, Febrian Kharisma Putra dalam siaran di Pro 2 FM RRI Purwokerto Minggu, 05 April 2026 menjelaskan bahwa ciri khas Purbalingga terletak pada keterpaduan antara destinasi alam seperti Desa Wisata Lembah Asri - D'LAS Serang dan objek wisata air Bojongsari - Owabong, dengan pelestarian budaya seperti pertunjukan wayang suket di Desa Selambang.

"Purbalingga memiliki potensi unik lewat kolaborasi alam dan budaya. Kami tidak hanya mengajak wisatawan melihat keindahan alam, tapi juga terlibat langsung dalam kegiatan edukasi dan pagelaran budaya untuk memberikan pengalaman yang lebih berkesan," ujar Febrian

Febrian menekankan bahwa di era digital saat ini, peran duta wisata sangat krusial dalam mengisi kekosongan strategi digital marketing bagi pelaku UMKM dan objek wisata lokal. Tim Kakang Mbak Kayu secara rutin memproduksi konten video singkat di platform media sosial seperti Instagram dan TikTok untuk mempromosikan destinasi baru, termasuk berbagai air terjun atau curug yang baru ditemukan serta keunggulan produk lokal seperti rambut palsu dan knalpot yang telah mendunia.

" Salah satu daya tarik kuliner yang menonjol di Purbalingga adalah Mendoan Stroberi yanga ada di wilayah Serang, ini merupakan hasil inovasi menggabungkan kudapan khas Banyumasan dengan potensi buah stroberi lokal. Selain itu, ada juga event tahunan seperti Festival Gunung Slamet juga terus didorong untuk menjadi magnet utama kunjungan wisatawan mancanegara, " Tambah Febrian

Selain itu lanjutnya sebagai langkah antisipasi perubahan cuaca yang sering tidak menentu, duta wisata menyarankan para pelancong untuk mengunjungi objek wisata di dataran rendah seperti Owabong atau Purbasari Pancuran Mas pada sore hari, sementara kunjungan ke dataran tinggi sebaiknya dilakukan pada pagi hari.

Menurut Febrian Masyarakat dapat mengakses informasi pariwisata terkini melalui akun media sosial resmi "Purbalingga Memikat" dan "Kayulingga". Ia berharap melalui promosi yang intensif dan peningkatan sarana Sapta Pesona, ekonomi kreatif di Kabupaten Purbalingga dapat semakin maju dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....