Berbagai Mitigasi Bencana Objek Wisata Banyumas Selama Libur Lebaran

  • 27 Mar 2026 14:46 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Memasuki libur Lebaran setelah Idul Fitri, sejumlah objek wisata alam di Kabupaten Banyumas, menerapkan langkah mitigasi bencana yang berbeda-beda. Upaya ini dilakukan sebagai antisipasi meningkatnya jumlah pengunjung sekaligus evaluasi dari kejadian banjir lumpur yang sempat terjadi pada akhir Januari lalu.

Kawasan Baturaden dan Sumbang yang berada di lereng Gunung Slamet dikenal memiliki potensi wisata alam, namun juga rawan terhadap cuaca ekstrem seperti hujan deras yang dapat memicu banjir lumpur dan longsor. Kondisi tersebut mendorong pengelola wisata untuk memperkuat mitigasi, terutama pada momen libur panjang seperti libur Lebaran.

Di Telaga Sunyi, pengelola fokus pada pengawasan hulu sungai atas dan juga pemfasilitasan HT (Handy Talkie). Hal ini ditujukan agar apabila terjadi sesuatu di hulu sungai, informasi cepat tersampaikan kepada petugas yang berada di telaga, sehingga evakuasi dapat berjalan cepat dan aman.

Selain itu, pengelola juga menambah petugas yang berjaga untuk mengawasi dan mengarahkan pengunjung jika terjadi kondisi darurat.

Adapun di Curug Pinang, selain pengawasan terhadap debit air sungai hulu, terdapat juga fasilitas seperti CCTV serta pengeras suara yang terdapat di seluruh area.

Yani, Kepala Bidang Pemasaran Desa Wisata Kemutug Lor mengatakan bahwa pihaknya juga bekerjasama dengan BPBD setempat dalam hal mitigasi bencana selama libur lebaran ini.

“Biasanya kalau high season gitu, apalagi libur-libur lebaran, kami memang menambah personel terutama untuk tenaga yang di apa namanya lifeguard. Kami memang mengambil relawan BPBD kadangkala, terus untuk bagian pengamanan di jalan juga kami bekerja sama dengan Linmas yang ada di desa kami,” ujar Yani.

Berbeda lagi dengan Wisata Buken, yang merupakan kolam renang, memiliki saluran air tersendiri yang dapat dibuka tutup dan mata airnya berasal dari sungai di Gunung Slamet. Dede, selaku manajer Wisata Buken mengatakan bahwa selama saluran air ini ditutup apabila hujan deras, maka air kolam renang bisa tetap jernih dan aman.

“Sistemnya buka tutup ini, atas itu kan kran airnya sistem buka tutup. Lengah sedikit air sungai yang kotor masuk ke sini, kolamnya tercemar semua. Pernah kejadian, yang jaga malam lengah. Dia tidur, tahu-tahu hujan deras. Pagi-pagi dia bangun air udah cokelat semua. Tutup semua kolam. Tidak bisa dibuka tempat wisatanya. Tercemar semua, cokelat semua,” ucap Dede.

Secara umum mitigasi berbagai objek wisata dilakukan dengan pendekatan pemantauan cuaca dan sistem peringatan dini. Pengelola secara rutin berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau kondisi cuaca, dan tidak ragu menutup sementara area wisata jika dinilai berisiko bagi pengunjung.

Meski berbagai langkah mitigasi telah disiapkan, pengelola tetap mengimbau wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca tidak menentu. Pengunjung juga diminta mematuhi aturan yang berlaku demi keselamatan bersama selama menikmati libur Lebaran di kawasan Objek Wisata. (Lintang Azra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....