Menapak Rekam Jejak Rel Lori PLTA Ketenger

  • 28 Jan 2026 17:41 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Banjoemas History & Heritage Community (BHHC) berkolaborasi bersama Purwokerto Healing menggelar kegiatan Jelajah Rel Lori Ketenger belum lama ini. Sebanyak 35 peserta datang dari berbagai daerah, membawa semangat yang sama: menelusuri jejak sejarah di wilayah Banyumas.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak “membaca arsip” secara langsung melalui penelusuran jalur rel lori peninggalan Belanda. Rel lori ini dahulu digunakan untuk mengangkut material pembangunan Waterkrachtcentrale atau Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ketenger. 

"PLTA Ketenger dibangun pada abad ke-19 pada masa Kolonial Hindia Belanda. Dirancang oleh Insinyur GS Gumans dan dibangun oleh perusahaan Algemeene Nederlandsch-Indische Electriciteits-Maatschappij (ANIEM). Dalam prosesnya, dibuat rel lori untuk mengangkut pipa-pipa PLTA mengingat medan cukup sulit. Kita akan menyusuri jalur tersebut, meskipun sebagian sudah tertutup alam, sebagian masih ada jejaknya dan bisa diakses," jelas Founder BHHC sekaligus Tour Guide, Jatmiko Wicaksono. 

Peserta menyusuri jejak rel lori PLTA Ketenger yang sudah menyatu dengan alam (foto: dok. Banjoemas History & Heritage Community)

Perjalanan dimulai dari Palang Kuning sebagai titik awal. Peserta kemudian menempuh jalur sepanjang kurang lebih enam kilometer melewati bekas rel yang melintasi sungai, persawahan, hingga kawasan perkampungan warga. Jelajah ditutup dengan menyusuri pipa PLTA Ketenger yang masih berfungsi sampai sekarang.

Meski jalur yang dilalui cukup menguras tenaga, pengalaman yang didapat justru meninggalkan kesan mendalam. Selain memperoleh pengetahuan sejarah secara langsung, peserta juga mendapat ruang untuk berinteraksi dan berkenalan satu sama lain. “Seru, banyak jalur yang tak terduga. Luar biasa berkesan,” ujar salah satu peserta, Puspita.

Peserta berfoto dengan latar pipa PLTA Ketenger yang tampak dari jalan (foto: dok. Banjoemas History & Heritage Community) 

Selain kegiatan jelajah sejarah, BHHC secara rutin menggelar berbagai program edukatif dan kultural. Di antaranya Classy Hangout Day, BHHC Goes to School, Kandhah Kuna, serta Banjoemas Heritage Week. Seluruh kegiatan tersebut menjadi  upaya memperkenalkan, merawat, dan menghidupkan kembali sejarah serta warisan budaya Banyumas di tengah masyarakat. 

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....