Empat Greenhouse Jadi Magnet Wisata Taman Botani Baturraden

  • 26 Des 2025 13:04 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Wisata Taman Botani Baturraden merupakan salah satu destinasi wisata edukasi dan alam bagi masyarakat Kabupaten Banyumas. Kawasan ini menyuguhkan beragam koleksi tanaman langka yang dipamerkan dalam area taman maupun greenhouse yang telah disediakan pengelola.

Agus Riyanto, selaku Koordinator Pengelola Lokawisata Baturraden, mengungkapkan Wisata Taman Botani Baturraden memiliki empat greenhouse (GH) utama dengan koleksi tanaman yang berbeda-beda. Greenhouse pertama berisi topiary, yaitu tanaman yang dibentuk menyerupai binatang dan berbagai bentuk artistik lainnya.

Sementara itu, greenhouse kedua menampilkan beragam jenis anggrek, baik anggrek lokal maupun anggrek dari luar daerah. Greenhouse ketiga diisi dengan tanaman bonsai yang menjadi salah satu daya tarik utama karena ragamnya yang cukup banyak, serta greenhouse keempat yang menampilkan koleksi kaktus.

“Untuk Taman Botani Baturraden ada beberapa Greenhouse (GH). Di sana ada empat greenhouse. Yang pertama berisi topiary, berupa bentuk binatang, tapi terbuat dari pohonan, tanaman. Kemudian di GH dua itu ada beberapa tanaman anggrek. Kemudian yang tertinggi itu GH berisi bonsai. Yang terakhir dari GH empat adalah tanaman kaktus,” tutur Agus pada Rabu (24/12/2025).

Selain koleksi tanaman, Wisata Taman Botani Baturraden juga menyediakan sejumlah fasilitas pendukung bagi wisatawan. Di antaranya area outbound dengan lahan yang luas, selasar untuk kegiatan bermalam, serta area camping bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana alam lebih lama.

Tak hanya itu, fasilitas homestay juga tersedia di kawasan Wisata Taman Botani Baturraden yang dipatok dengan tarif Rp500.000 per malamnya. Harga tersebut berlaku sama baik pada hari biasa maupun saat malam Tahun Baru.

Pengelola menjelaskan bahwa homestay yang tersedia hanya memiliki satu tipe, dengan bangunan dua lantai. Sayangnya, Agus menilai peminat untuk fasilitas homestay masih sangat sedikit, sebab wisata ini belum dikenal luas oleh masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....